10.000 Bidang Tanah Ditargetkan PTSL Tahun ini

narahubung.id – Pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) terus digencarkan. Tahun 2022 ini, ditargetkan sebanyak 10.000 bidang tanah di Bulungan dan Tanah Tidung.

Kepala Badan Pertanahan Negara (BPN) Bulungan, Wahyu Setyoko mengaku telah menetapkan 19 desa/kelurahan sebagai penetapan lokasi (penlok) pembuatan sertifikat tanah melalui program PTSL tahun 2022. 

“Target tahun ini 10.000 bidang tanah,” kata Wahyu kepada narahubung.id, pada Sabtu (9/4/2022).

Penlok, kata Wahyu, tersebar di delapan kecamatan. Tanjung Selor (Desa Tengkapak, KelurahanTanjung Selor Timur, Desa Pimping). Tanjung Palas Timur (Desa Mangkupadi). Tanjung Palas (Desa Gunung Putih, Desa Antutan, Kelurahan Karang Anyar, Kelurahan Tanjung Palas Hilir, Kelurahan Tanjung Palas Tengah, Kelurahan Tanjung Palas Hulu). Tana Lia (Desa Tanah Merah). Betayau  (Desa Buong Baru, Desa Maning, Desa Kujau). Bunyu (Kelurahan Bunyu Barat, Kelurahan Bunyu Timur, Kelurahan Bunyu Selatan). Peso Hilir (Desa Long Tungu) dan Peso (Long Lasan).

“Jadi, tahun ini ada 19 desa/kelurahan di delapan kecamatan,” ungkapnya.

Tahun ini, target PTSL lebih banyak dibandingkan tahun 2021 yang sebanyak 6.700 bidang tanah. Target tersebut menyesuaikan alokasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

“Kalau tahun ini saya tidak ingat anggaranya. Yang pasti tahun ini ada anggaran dari pemerintah pusat,” bebernya.

Menyoal apakah 6.700 bidang tanah pada program PTSL 2021 sudah disalurkan. Wahyu menyatakan bahwa, belum semua sertifikat disalurkan kepada pemiliknya.

“Ada masyarakat yang belum menerima, karena yang bersangkutan tidak hadir waktu petugas kami menyerahkan ke desa,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Bulungan, Syarwani meminta BPN Bulungan agar tetap menggencarkan pelaksanaan program PTSL di Bulungan. Diharapkan, hal itu dapat mempercepat sertifikasi lahan milik masyarakat. Apalagi hal ini menjadi atensi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulungan.

“Kita diminta untuk tetap terus menjalankan program PTSL,” tutupnya. (rhl/nr)

Berita Lain