602 Hektare Lahan di Kelubir Siap Ditanami Jagung

narahubung.id – Sejak tahun 2019 PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) melakukan budidaya jagung hibrida di wilayah operasionalnya. Salah satunya di Desa Kelubir, Kabupaten Bulungan.

Hal tersebut sebagai bentuk upaya untuk menyiapkan kemandirian masyarakat di sekitar operasional perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan. Dari 1.042 hektare luasan lahan yang ada, sekitar 602 hektare memiliki potensi untuk ditanami jagung.

“Program jagung hibrida ini diinisiasi sejak Desember 2109. Terhitung hingga Mei 2022 total luasannya sudah 116,5 hektare. Ini masih berpotensi naik,” kata Comdev Officer PT PKN, Ardi A. Kaudis kepada narahubung.id, Selasa (2/8/2022).

Ia menyebut bahwa daun hingga batang jagung dapat digunakan untuk pakan ternak kambing hingga dibuat pupuk kompos. Kemudian, buahnya bisa dijual dalam bentuk jagung pipilan. Tak hanya itu, jagung ini juga banyak turunan manfaatnya jika dikelola secara optimal.

“Prospek budidaya jagung ini cukup tinggi. Kemudian, dari cluster jagung Kelubir ini juga ada beberapa turunan pemanfaatannya, di antaranya ternak kambing,” ujar Ardi.

Ardi juga mengatakan, bahwa bertani itu harus kontinyu. Dalam hal ini, petani juga harus memahami siklus harga yang kadang naik dan kadang turun. Artinya, petani juga harus memperhatikan siklus tanam di luar.

“Sejak 2019 hingga Mei 2022, hasil panen yang terdata di kami sebanyak 86,567 ton jagung yang telah dihasilkan. Ini hanya yang terdata di kami. Untuk penjualannya baru ke Tanjung Selor dan Berau,” tuturnya.

Terhadap petani, jagung hibrida ini dibeli oleh perusahaan dengan harga Rp 3 ribu per kilogram. Kalau misalnya saat dipasarkan dapat harga Rp 6 ribu per kilogram, maka petani akan diberikan tambahan Rp 2.400 per kilogram. Sementara Rp 600 per kilogram untuk biaya packing dan lain sebagainya.

“Pastinya akses pasar itu kita siapkan untuk memastikan hasil kebun jagung masyarakat ada yang membeli,” tegasnya.

Selain itu, ia menjelaskan ada lima agenda strategis untuk pengembangan cluster ekonomi baru menuju pasca tambang di wilayah PT. PKN, mulai dari meningkatkan infrastruktur dan sarana produksi pertanian, peningkatan kualitas dan kapasitas SDM unggul di bidang pertanian, menumbuhkan akses pasar, menjadikan masyarakat subjek dalam pencapaian program, serta melakukan diversifikasi usaha.

“Tantangan kita, dengan program-program yang ada ini, bagaimana caranya manfaat tambang ini tidak hanya untuk sekarang, tapi juga untuk ke depan saat nanti (lokasi tambang) sudah ditinggalkan,” sebutnya.

Dalam hal ini, ia menyebut bahwa PT PKN hadir tidak hanya mendapatkan hasil dari pertambangan, tapi juga turut mendukung ekonomi masyarakat lainnya.

“Pastinya, PT. PKN hadir tidak hanya untuk mendapatkan hasil dari pertambangan yang dilakukan, tapi juga mendukung persiapan untuk kemandirian masyarakat di wilayah tambang,” pungkasnya. (rhl/nr)

Berita Lain