Manajemen Felda Utus Delegasi, Buruh Kecewa Mediasi Kembali Mandek
TANJUNG SELOR, narahubung.id – PT TH Felda Nusantara mengutus perwakilannya untuk menemui buruh yang berdemonstrasi di Kantor Gubernur Kaltara, Senin (27/7/2020).
Perwakilan manajemen felda, Agus mengatakan, kedatangannya bersama dua perwakilan lainnya hanya sebatas mengklarifikasi tuntutan para pekerja. Bukan untuk mengambil keputusan.
“Sesuai surat tugas kami dari pimpinan hanya ingin menyampaikan klarifikasi dan pandangan perusahaan selama ini,” ujarnya di ruang rapat Kantor Sekertariat Provinsi Kaltara.
Delegasi dari felda kata Agus tidak memiliki kapasitas dalam mengambil keputusan. Oleh karenanya ia tidak ingin berbicara lebih jauh di luar penugasan yang diberikan.
“Jadi tugas kami hanya menyampaikan klarifikasi. Dalam hal ini pihak manajemen HRD dan lain-lain tidak bisa hadir,” imbuhnya.
Agus menegaskan, kapasitas pengambil keputusan ada di atasannya. “Masalah mediasi dan diskusi sudah tidak ada lagi. Landasan kami yaitu surat tugas dari manajemen. Seperti kita ketahui masalah ini sudah berjalan cukup lama hingga ke tingkat provinsi, kami berpedoman pada itu,” lanjut dia.
Sementara itu, Kepala Disnakertrans Provinsi Kaltara, Armin Mustafa menuturkan, pemprov dalam hal ini hanya sebatas mediator antara pekerja dan perusahaan saja.
“Untuk kasus ketenagakerjaan ini sendiri kita sudah tempuh mekanisme yang ada,” bebernya.
Buruh yang mendengar penjelasan perwakilan felda merasa tidak puas. Mereka menganggap perusahaan tidak benar-benar serius dalam memenuhi hak-hak para pekerja.
“Percuma saja kalau bapak-bapak yang hadir ini kemudian tidak bisa mengambil keputusan. Tidak ada bedanya dari pertemuan-pertemuan sebelumnya,” ucap salah seorang perwakilan buruh.
Buruh mengancam akan mendiami Kantor Gubernur Kaltara jika antara pekerja dan perusahaan tak kunjung mendapatkan titik temu. “Kalau memang begini terus, kami dibiarkan seperti ini, kami akan menginap di sini (kantor gubernur),” tukasnya. (dc/nr)