Tantangan Besar Memacu Ekspor Lada
narahubung.id – Minimnya upaya penghiliran industri komoditas lada ditengarai sebagai penyebab belum maksimalnya kinerja ekspor komoditas rempah tersebut.
Operational Director pada PT Trisurya Mitra Utama, Anya Mandalika Surya mengatakan, minimnya pelabuhan kapasitas besar jadi kendala para eksportir. Adapun dua negara tujuan eskpor perusahaan mereka yakni Vietnam dan China.
“Salah satu kendala sekarang itu pengiriman karena kita tidak punya pelabuhan yang bisa lansung kirim ke Vietnam atau China. Sejauh ini kita harus kita harus melalui Berau dulu, setelah itu melalui Surabaya. Jadi nilai ekspor kita itu tidak masuk ke daerah,” ujarnya usai berbincang dengan Mentan RI Syahrul Yasin Limpo, Sabtu (11/9/2021).
Anya menuturkan, aktivitas ekspor komoditas pertanian belum berdampak pada peningkatan pendapatan daerah. Karena itu ia mendorong pemerintah daerah untuk memikirkan langkah strategis guna menuntaskan persoalan tersebut.
“Kalau kita punya pelabuhan sendiri yang pasti itu bisa jadi pemasukan daerah dan juga menguntungkan pihak-pihak bisnisnya,” kata dia.
Diakui Anya, jumlah impor lada dari perusahaannya bisa mencapai 168 ton per bulan. Belum lagi komoditas pedas ini jadi salah satu yang terbaik di Indonesia.
“Apalagi lada kita ini kualitasnya nomor dua di Indonesia setelah Bangka Belitung. Jadi bisa dibayangkan bagaimana potensi ekspor kita,” terangnya.
Lanjut, ia mengungkapkan hasil perbincangannya dengan Mentan Syahrul.
“Tadi pak menteri minta untuk meningkatkan ekspor. Selama ini kita kirimnya mentahan, kalau bisa kita juga produksi sendiri, hasil produksi itu lah nanti yang kita jual keluar,” sebutnya.
Anya pun berharap hilirisasi komoditas ekspor di Kaltara dapat didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai.
“Semoga ini jadi catatan untuk pemerintah kita dalam mengembangkan sektor pertanian yang ada di Kaltara,” pungkasnya. (dc/nr)