Pengusaha Speedboat Merugi Sejak Pandemi COVID-19
narahubung.id – Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (Gapasdap) Bulungan mengungkap anggotanya merugi akibat pademi COVID-19 beserta serangkaian kebijakan yang diberlakukan pemerintah.
Sekertaris Gapasdap Bulungan, Bayu Singal menjelaskan, kerugian disebabkan kebijakan pemerintah seperti PSBB, PPKM, dan lain sebagainya yang diberlakukan untuk menanggulangi penyebaran COVID-19. Menurut Bayu operasional transportasi telah terganggu sejak awal pandemi COVID-19.
“Dibatasin dan bergantian berangkatnya, satu hari hanya 14 speedboat, normalnya 24 keberangkatan. Kerugian pasti terasa selama hampir 1,5 Tahun ini, cuman selama ada tes CPNS sekarang ini lonjakan penumpang mulai ada, tapi kami menyayangkan pembatasan kapasitas penumpang di Tanjung Selor malah di turunkan menjadi 75 persen,” ungkapnya, Selasa (5/10/2021).
Lanjut, Bayu mengatakan, dalam rentang waktu tersebut speedboat sempat beroperasi dalam skala kecil, namun tetap tak optimal lantaran kebijakan yang terus berganti. Padahal, sepanjang itu pula para pengusaha speedboat sudah berupaya menyesuaikan agar operasi bisa sejalan dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19.
Bahkan, dalam sebulan terakhir kapasitas penumpang oleh instansi terkait malah diturunkan menjadi 75 persen dimana sebelumnya speedboat bisa mengangkut hingga 85 persen penumpang.
“Semoga kedepannya jangan sampai ada regulasi yang dibuat tanpa melihat kondisi lapangan khususnya di transportasi speedboat reguler di Kaltara,” pungkasnya. (rhl/nr)