Datu Syukur Ungkapkan Kerinduan Terhadap Birau

narahubung.id – Datu Muhammad Syukur atau biasa di sebut Datu Syukur adalah salah satu anak dari Raja Kesultanan Bulungan yang terakhir atau yang ke-13, Sultan Maulana Muhammad Djalaluddin yang merupakan Raja yang menjabat dari tahun 1931-1958.

Menurut Datu Syukur, sudah hampir sekitar 7 tahun semenjak 2014 terakhir kali Birau diadakan. Akhirnya, tahun ini masyarakat dapat kembali melihat upacara tradisional khas suku Bulungan itu, meski dengan pembatasan ruang serta penerapan protokol kesehatan (prokes) karena pandemi.

Saat tim narahubung.id menyambangi kediamannya di Tanjung Palas, sabtu 9 Oktober 2021, Datu Syukur menyampaikan kerinduannya terhadap semua kegiatan pada perayaan Birau.

“Saya pribadi sangat rindu dengan segala kegiatan yang berkaitan dengan Birau, mulai lomba balap perahu, ketinting, kegiatan budaya, tolak bala, menari massal dan masih banyak lagi,” ungkap Datu Syukur.

Ia juga mengungkapkan hubungan emosionalnya kepada Birau yang melekat dengan ingatan dan perjalanan hidupnya di masa lalu.

“Dulu Birau itu sebuah perayaan acara yang selalu ditunggu oleh seluruh masyarakat Bulungan, euforia yang meriah serta terjalin kedekatan dan perekonomian masyarakatnya dapat terbangun di Birau. Salah satunya pelestarian kebudayaan bulungan juga selalu diingat dan dijaga,” imbuhnya.

Datu syukur juga berharap, Birau tahun ini dapat berjalan dengan lancar serta meriah, walau harus membatasi jarak dan tetap mentaati protokol kesehatan.

“Semoga Birau tahun ini berjalan dengan lancar dan tanpa kendala. Saya juga berharap pemerintah tetap memperhatikan segala bentuk budaya yang berkaitan dengan Bulungan, semoga Birau bisa membangkitkan semangat semua masyarakat Bulungan,” jelas Datu Syukur. (rhl/nr)

Berita Lain