Adu Kesabaran dan Ketangkasan di Permainan Mahjong
narahubung.id – Mahjong merupakan salah satu bentuk permainan leluhur yang berasal dari Tiongkok Kuno. Permainan ini menggunakan otak, strategi, ketangkasan, dan taktik yang istimewa dalam memainkannya.
Mahjong memiliki sejarah panjang perjalanan untuk diakui sebagai olahraga permainan di dunia. Kini permainan Mahjong sudah termasuk di Cabang Olahraga di Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI).
Menurut Ketua Persatuan Olahraga Mahjong Indonesia (Pomain) Kabupaten Bulungan, Sukwanto Gunawan, stigma permainan Mahjong yang bahwa permainan Mahjong hanya ditemui di acara kedukaan dan perayaan acara etnis saja.
“Istilahnya ini kayak permainan remi lah ya, cuman ini reminya Tingkok, dan selalu kita temui di acara kedukaan dan perayaan besar aja,”jelas Sukwanto saat tim narahubung.id temui pada Ekshibisi Mahjong Hut Kaltara ke-9 di Aula Klenteng Tanjung Selor, Sabtu (23/10/2021).
Sukwanto mengakui, bahwa permainan Mahjong ini memerlukan konsentrasi dan fokus saat bermainnya, serta waktu yang lama ketika bermainannya.
“Kurun waktu permainan ini paling cepat satu putaran itu sekitar 2 jam, dan biasa dimainkan itu dua putaran, jadi minimal permainan ini sekitar 4 jam,”jelas Sukwanto.
Pak Awa sapaan akrab Sukwanto mengungkapkan, permainan Mahjong ini dulunya hanya untuk buang waktu, mengisi kekosongan dan kejenuhan dan kebanyakan dimainkan oleh orang-orang tua.
“Permainan ini sebenarnya tidak ada batasan-batasan umurnya, siapa saja dapat mencoba permainan ini, tapi biasanya para senior atau orang tua yang gemar memainkan Mahjong ini,”pungkas Pak Awa.
Pak Awa berharap, kedepannya permainan Mahjong ini dapat berkembang seperti domino atau remi yang akrab dengan masyarakat serta dimainkan di semua kalangan, tidak hanya di etnis tertentu saja tapi seluruh masyarakat dapat mencobanya.
Untuk diketahui, lomba Mahjong diselenggarakan oleh KORMI Kaltara bekerjasama dengan POMAIN Kaltara dalam rangka memperingati Hari Jadi Kaltara ke-9.
Adapun lomba digelar di sejumlah wilayah. Diantaranya, Kabupaten Bulungan, Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau dan Kota Tarakan. (rhl/nr)