Ada Apa Dengan PDIP?

narahubung.id – Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDI Perjuangan resmi mencopot Norhayati Andris sebagai Ketua DPRD Kaltara dan digantikan Albertus Stefanus Marianus. DPD PDIP Kaltara angkat bicara terkait hal itu.

Ketua DPD PDIP Kaltara, Jhonny Laing Impang menilai Norhayati gagal dalam menjalankan tiga pilar partai (eksekutif, legislatif, struktural partai) sebagaimana yang diperintahkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Artinya penugasan dari partai itu yang seharusnya segala keputusan yang berkaitan dengan hal-hal yang prinsip dan penting tentang kebijakan harusnya dikomunikasikan, jadi hubungan antara eksekutif, legislatif dan struktural itu tidak bisa dipisahkan, mangkanya anggota DPR fraksi itu kepanjangan tangan dari partai,” jelas Jhonny kepada tim narahubung.id, pada Jumat (3/11/2021).

Jhonny mengungkap salah satu alasan dibebastugaskannya Norhayati dari tampuk pimpinan DPRD Kaltara. Norhayati kata dia, tidak pernah melibatkan struktural partai dalam membuat kebijakan untuk rakyat.

Padahal, sebagai orang lama di PDIP kata Jhonny, Norhayati seharusnya sudah tahu pentingnya peran kader dalam menjaga implementasi tiga pilar partai.

“Tiga pilar tadi itu struktural, eksekutif dan legislatif. Kewenangan bagi yang ditugaskan, ia juga selaku sekretaris seharusnya koordinasi dengan struktural.  Apalagi terkait pembahasan anggaran dan lain-lain. Anggaran yang kita bahas dan apa yang harus kita apakan untuk rakyat kita gimana, jangan langsung ketok-ketok aja,” ungkapnya.

Jhonny menuturkan, dalam sebuah organisasi penyegaran menjadi hal yang lumrah. Ia sebagai petugas partai mengaku tegak lurus dengan apapun keputusan yang diambil oleh DPP dalam hal ini Megawati.

“Semua itu harus disadari lah, bahwa rotasi dan lain lain itu perlu. Di internal PDI lurus dan garis lurus, kalau sudah instruksi dari atas tidak boleh ditantang, rekomendasi kalau sudah Ibu Mega tanda tangan harus di amankan, kalau tidak menurut ya keluar,” imbuhnya.

Sementara itu, menanggapi surat pencopotannya, Norhayati saat dikonfirmasi mengaku belum membaca isi surat keputusan dari DPP PDI dan jika keputusannya benar seperti itu ia akan menerima.

“Kalau memang keputusanya seperti itu, Iya, saya santai saja. Tidak ada masalah, semua itu proses suatu kehidupan,” singkatnya.

Ia juga mengatakan sebagai anggota partai tidak akan mengajukan banding terhadap yang telah menjadi keputusan dari DPP pusat.

“Saya akan mengikuti apa yang menjadi keputusan partai,”pungkasnya

Melalui surat DPP PDIP bernomor 3547/IN/DPP/XI/2021, Norhayati Andris dinyatakan tidak lagi menjabat sebagai Ketua DPRD Kaltara dan Sekretaris DPD PDIP Kaltara. 

Surat yang diteken Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto pada 29 November 2021 itu menyatakan bahwa Albertus Stefanus Marianus ditetapkan sebagai Ketua DPRD Provinsi Kaltara dari PDIP untuk periode 2019-2024. 

Didukung Netizen

Kabar dicopotnya Norhayati Andris dari jabatannya sebagai Ketua DPRD Kaltara dan Sekertaris DPD PDIP Kaltara dengan cepat menyebar ke masyarakat. Bagaimana tidak, sosok periang ini memang dikenal cukup dekat dengan banyak kalangan.

Dari pantauan narahubung.id, hingga pukul 20.00 Wita Norhayati masih tampak aktif me-repost postingan pengikutnya di laman story Instagram.

“Di organisasi kedaerahan beliau adalah senior kami. Maju terus dan terus bergerak bu,” ujar akun @ardysyakdan.

Sementara itu, akun @heni_siswantity mem-posting foto kebersamaannya dengan Norhayati Andris diikuti caption yang memilukan.

“HALO IBU @NORHAYATI_NRA TERSAYANG,,, APA KABAR? APAPUN YANG TERJADI SAAT INI IBU ADALAH ORANG YANGTERBAIK BAGI KAMI,,, IBU SALAH SATU WAKIL RAKYAT YANG SANGAT MEMPERDULIKAN KAMI KAUM DISABILITAS. IBU TETAP SEMANGAT MEMPERJUANGKAN ASPIRASI MASYARAKAT MESKIPUN DENGAN CARA YANG BERBEDA…KAMI SAYANG BANGET SAMA IBU”.

Penulis : Rohil

Grafis : J.O

Berita Lain