Syarwani Dorong Desa Wonomulyo Pelihara JIAT Jangka Panjang

narahubung.id – Pada peresmian jaringan irigasi air tanah (JIAT) di Desa Wonomulyo, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bupati Bulungan Syarwani mendorong masyarakat petani agar memelihara dan menjaga JIAT yang telah dibangun.

Agar dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang, pemeliharaan JIAT di Desa Wonomulyo menjadi fokus utama bagi masyarakat petani dan pemerintah Desa.

“Jadi, kalau mau awet mari sama-sama kita menjaga dan memeliharanya, Apalagi pembangunan JIAT ini bukan hanya untuk kepentingan satu dua orang melainkan seluruh masyarakat petani Wanomulyo,” kata Syarwani kepada narahubung.id saat ditemui pada peresmian JIAT di Desa Wonomulyo, Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Minggu (5/12/2021).

Ia juga mengungkapkan bahwa telah berdiskusi dengan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan (Imam Sujono), bahwa akan menurunkan tim kesehatan dari Labkesda (Laboratorium Kesehatan Daerah) untuk meneliti kadar air.

“Tadi, saya sudah berdiskusi dengan Kepala Dinkes Bulungan, (Imam Sujono). Nanti, akan diturunkan tim kesehatan dari Labkesda (Laboratorium Kesehatan Daerah) untuk meneliti kadar air pada jaringan irigasi air tanah,” ujarnya.

Penelitian ini dilakukan untuk memastikan apakah air layak atau tidak dikonsumsi. Jikapun tidak bisa minimal bisa digunakan untuk mandi, cuci dan kakus (MCK). Hal ini menjadi bagian yang akan disinergikan.

“Jadi, selain untuk pengairan area persawahan kita harapkan sumber air ini bisa dimanfaatkan masyarakat. Minimal untuk MCK,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Wonomulyo Muhammad Abadi berharap agar JIAT ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat petani di wilayahnya. Sehingga bisa menambah pendapatan di bidang pangan.

“Jaringan irigasi air tanah ini akan memenuhui kebutuhan air di kawasan pertanian seluas kurang lebih 20 hektare,” ungkapnya.

Namun, kata dia, kawasan persawahan di Wonomulyo tidak berada di satu tempat. Pada tahun 2018, Pemdes sepakat Desa Sajauh Hilir mewakili Tanjung Palas Timur sebagai wilayah sembada pangan.

“Tetapi, kita tetap men-support (dukung) supaya tidak harus membeli padi dari luar daerah. Apalagi Bapak Bupati sudah mencanangkan kepada seluruh ASN di lingkungan Pemkab Buluangan wajib mengonsumsi beras hasil produksi petani lokal,” pungkasnya. (rhl/nr)

Berita Lain