Diversifikasi Pangan Dinilai Dapat Memperkuat Ketahanan Pangan Nasional

narahubung.id – Kementerian Pertanian (Kementan) menjalankan pengembangan diversifikasi pangan berbasis  kearifan lokal yang fokus kepada satu komoditas utama per provinsi. 

Diversifikasi pangan difokuskan kepada enam pangan lokal sumber karbohidrat non beras diantaranya ubi kayu, jagung, sagu, pisang, kentang dan sorgum.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Diana Risawaty menuturkan, kebutuhan pangan masyarakat Indonesia harus tercukupi. Oleh karena itu, diversifikasi akan membantu ketahanan pangan  masyarakat.

“Ada potensi pangan lokal yang luar biasa dalam mendukung program diversifikasi pangan. Kita memiliki pangan lokal di luar beras,” ujarnya Jumat (24/12/2021).

Diana menyebutkan diversifikasi pangan bertujuan mengantisipasi krisis, penyediaan pangan alternatif, menggerakan ekonomi dan mewujudkan sumber daya manusia yang sehat. Dengan sasaran menurunkan ketergantungan konsumsi beras. 

“Di Kaltara sendiri program ini sudah berjalan dan menunjukan progres yang signifikan,” katanya.

Dikatakan Diana, diversifikasi pangan tidak hanya untuk pangan pokok, tetapi juga pada upaya mendorong keragaman konsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung protein, serat dan vitamin yang tinggi.

“Makanya, upaya diversifikasi pangan harus dilakukan secara terintegrasi melalui aspek permintaan dan suplai,” ucapnya.

DPKP sendiri kata Diana memiliki strategi jangka menengah dan jangka panjang untuk meningkatkan diversifikasi pangan lokal. 

“Salah satunya secara konsistem menggalakkan diversifikasi pangan di wilayah masing- masing dan menjadi sebuah gerakan,bahkan di pekarangan rumah,” pungkasnya. (dc/nr)

Berita Lain