Vaksinasi Booster di Bulungan Prioritaskan Lansia
narahubung.id – Pelaksanaan vaksinasi booster di Bulungan telah dimulai sejak kemaren. Pemberian suntikan vaksin ketiga ini diprioritaskan bagi kelompok sasaran lanjut usia (lansia).
Vaksinasi booster atau vaksinasi dosis ke tiga ini dianjurkan kepada masyarakat yang telah menyelesaikan vaksinasi dosis 2 terhitung sejak 6 bulan lalu dan gratis seperti yang diumumkan oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo beberapa waktu lalu.
Kepala Bidang Pencegahan, Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Bulungan, dr. Velix Toding Sima mengaku belum mengumumkan secara resmi terkait pemberian vaksinasi booster. Tetapi, pelayanan kepada masyarakat tetap diberikan.
“Kalau ada yang mau vaksinasi booster tetap kita layani. Tetapi, kita belum mengeluarkan pengumuman,” jelas Velix kepada narahubung.id saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (13/1/2022).
Velix juga menambahkan bahwa vaksinasi booster, diprioritaskan bagi lansia yang memiliki komorbid (penyakit penyerta). Tetapi, bukan berarti kelompok sasaran lainnya tidak bisa menerima suntikan vaksin untuk ketiga kalinya.
“Kelompok sasaran lainnya tetap bisa divaksin asal memenuhi syarat,” ujarnya.
Adapun, salah satu syarat yang harus dipenuhi calon penerima vaksinasi booster. Berusia 18 tahun ke atas dan sudah menerima vaksin primer dosis lengkap.
“Sebelum divaksin, data calon penerima vaksin kita cek dahulu. Apakah sudah enam bulan atau belum. Kalau belum. Iya, tidak bisa divaksin,” ungkapnya.
Ia juga mengatakan apabila vaksin primer lengkap Sinovac maka vaksinasi booster Pfrizer dan AstraZeneca. Jika vaksin primer AstraZeneca. Maka merek vaksin yang diberikan Moderna. Sementara, untuk Pfrizer dan Moderna belum diberikan untuk vaksinasi booster karena masih baru belum sampai enam bulan mangkanya saat ini belum ada aturannya.
“Untuk stok vaksin masih mencukupi. Stok di provinsi juga masih banyak. Iya, kalau stok masih aman lah,” bebernya.
Ia juga menyebut, selain di Dinkes Bulungan, pelayanan vaksinasi juga dibuka di puskesmas. Meski begitu, Dinkes masih memprioritaskan pemberian vaksin bagi kelompok sasaran anak usia 6-11 tahun. Begitu juga dengan dosis satu dan dua.
“Sekarang ini vaksin merek Johnson & Johnson juga sudah mulai kita berikan,” ungkapnya.
Namun, kata dia, saat ini sudah jarang calon penerima vaksinasi dosis satu. Nantinya, vaksin jenis Johnson & Johnson akan lebih diprioritaskan bagi masyarakat yang berada di wilayah terpencil.
“Vaksin Johnson & Johnson ini kan hanya satu dosis. Mangkanya kita menyasar wilayah terpencil,” ujarnya.
Sementara itu, Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Kaltara, Agust Swandy mengatakan, sejauh ini baru empat daerah di Kaltara yang melaksanakan vaksinasi booster untuk masyarakat umum. Sedangkan, satu daerah lainnya belum bisa karena tingkat capaian vaksin lansia di bawah 60 persen.
“Untuk tana tidung karena capaian lansia belum 60 persen. Jadi, hanya bisa melaksanakan booster dengan sasaran lansia,” singkatnya. (rhl/nr)