Punya Piring Rotan? Jangan dibuang, Bisa jadi Gantungan Dinding Cantik Loh.

narahubung.id – Piring rotan yang biasa dipakai hajatan, ternyata bisa disulap menjadi satu karya seni untuk dekorasi rumah.

Di tangan komunitas pencinta home decor Tanjung Selor (Decolovers) piring rotan ini bisa menjadi wall decor cantik yang mempercantik ruangan.

Hanya butuh peralatan sederhana seperti piring rotan, bunga artificial, tali goni, lem, dan gunting. Hasil karya komunitas ini kemudian menjadi kegiatan menginspirasi bagi para anggotanya.

Bertajuk Meet Up Vol 4, Komunitas Decolovers menggelar kegiatan di Coffeesomnia Jl Skip 1, Minggu (6/1).
Tampil dengan tema bernuansa batik, puluhan peserta hadir dengan standar protokol kesehatan ketat. Sebelum masuk, peserta melakukan registrasi dan pengukuran suhu serta dibagikan masker.

“Ini pertemuan perdana setelah hampir setahun vakum akibat pandemi. Untuk itu kami betul-betul mengedepankan protokoler kesehatan ketat selama acara, “jelas Founder Decolovers, Hajrah.

Hajrah menyampaikan bahwa ber DIY atau ” Do it your self” sudah menjadi kegiatan wajib disetiap pertemuan komunitas. Tujuannya tidak lain untuk memberi ruang berkarya kepada seluruh anggota yang tergabung.

Kali ini DIY yang dipilih memberdayakan piring rotan yang selama ini sering dijumpai.

“Alasannya selain mudah didapatkan, juga harganya relatif terjangkau. Intinya DIY itu kan kita ingin membuat karya baru dari barang-baran yang tersedia disekitar kita,” Ungkapnya.

Adapun sebagai fasilitator dalam acara Meet Up Decolovers, pegiat DIY, Neng Cocom bertugas memandu puluhan peserta yang hadir untuk mengikuti setiap rangkaian kegiatan.

Dimulai dari memberi warna pada piring rotan, merangkai bunga dan properti penunjang lainnya hingga memberikan sentuhan akhir pada piring rotan hingga menjadi hiasan dinding yang menarik.

“Sebelumnya sudah dibagikan juga tutorial singkat sebelum acara, sehingga peserta lebih mudah untuk berkreasi sendiri, “katanya.

Neng Cocom berharap, kegiatan-kegiatan seperti ini tetap dihidupkan meski dalam kondisi terbatas di tengah pandemi.

“Kita harap, pandemi tidak menghalangi untuk berkarya, terutama para wanita untuk lebih berdaya, “ujarnya.

Pertemuan komunitas Decolovers ditutup dengan unjuk karya hasil kreasi yang dinilai langsung oleh fasilitator.
Salah satu peserta yang ikut dalam acara ini, menuturkan bahwa dirinya tidak pernah absen sejak pertemuan pertama komunitas dibentuk.
“Kegiatan-kegiatannya selalu menarik, ide DIY nya juga selalu seru. Sukses selalu untuk Decolovers,” Kata Miah. (dc/nr)

Berita Lain