Bupati Laura Launching SOA Rute Nunukan-Krayan
narahubung.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan merilis program Subsidi Ongkos Angkut (SOA) dengan rute penerbangan Nunukan-Krayan.
SOA dengan besaran Rp 6,8 miiar dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2022. Hal itu diungkapkan Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid.
“Ini bukan program baru sebenarnya. Setiap tahun kita ada. Karena setiap tahun juga kita menganggarkan dari APBD. Baik untuk penumpang maupun barang bagi warga kita di wilayah-wilayah pedalaman,” kata Bupati usai melaunching penerbangan perdana SOA tahun 2022, Selasa (25/1/2022).
Laura mengatakan, program SOA bertujuan untuk meringankan biaya bagi masyarakat yang menuju wilayah pedalaman. Karena diakuinya, ada beberapa daerah pedalaman Nunukan, yang hanya bisa diakses melalui jalur udara.
Untuk tarif normal, masyarakat harus mengeluarkan budget sebesar Rp 1,4 juta hingga Rp 1,6 juta. Namun dengan adanya program SOA ini, masyarakat cukup mengeluarkan sekitar Rp 490 ribu untuk sekali penerbangan.
“Untuk tahun ini ada 350 flight, dimana 300 flight untuk penerbangan reguler dan 50 merupakan extra flight. Jadi tujuan dari program ini, untuk membantu dan meringankan beban biaya bagi masyarakat kita,” ujarnya.
Sementara itu ditambahkan, Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan, Muchtar mengatakan, anggaran yang dikucurkan di tahun 2022 ini tak jauh beda di tahun-tahun sebelumnya. Skema kerja lelang SOA mendahului pengesahan APBD bukanlah hal baru.
“Kurang lebih dengan tahun-tahun sebelumnya. Ini skema tahun 2021 yang kita pakai, dan kita bisa buktikan bisa menyelesaikan persoalan transportasi ke perbatasan,” katanya menambahkan.
Sesuai dengan kontrak yang disepakati, program SOA ini akan melayani penerbangan empat kali dalam seminggu. Penerbangan kembali menggunakan maskapai jenis Caravan untuk mengangkut penumpang maupun barang milik masyarakat di perbatasan.
Lanjut dia, program SOA tersebut sangat memberikan dampak bagi masyarakat yang ada di wilayah pedalaman. Terutama dalam mengurangi beban biaya saat akan menumpangi maskapai.
“Empat kali dalam seminggu nanti. Jadi program ini memang sangat memberikan dampak bagi masyarakat kita. Karena kita tahu sendiri, untuk kesana (pedalaman), tidak bisa dilalui jalur darat maupun sungai. Harus pakai pesawat,” pungkasnya. (sb/nr)