Omicron Sebabkan Jumlah Penumpang Speedboat Turun
narahubung.id – Speedboat menjadi transportasi alur mudik yang diminati oleh masyarakat Kalimantan Utara (Kaltara), dan salah satu penghubung utama antar kabupaten yang berada di provinsi termuda di Indonesia tersebut.
Sejak awal Januari tahun 2022, penumpang speed boat mengalami penurunan yang signifikan, hal tersebut tidak lepas dari isu merebaknya COVID-19 varian Omicron yang melonjak naik sejak bulan lalu di pusat.
Anggota DPP pusat Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (Gapasdap) Bidang angkutan sungai dan Danau, Bayu Singal mengatakan sejak awal tahun penumpang speedboat mengalami penurunan drastis sejak adanya isu Omicron.
“Kondisi penumpang khususnya Tanjung Selor – Tarakan dari awal Januari banyak penurunan drastis, sampai sekarang speed tuh ada yang gantian, kemaren sempat rame di akhir tahun, lalu masuk januari turun drastis ditambah lagi ada isu omicron ini,” kata Bayu kepada narahubung.id, Minggu (20/2/2022).
Bayu mengungkapkan bahwa jumlah penurunan penumpang speed boat mencapai hingga 50 persen. Hal tersebut terlihat pada speedboat yang kembali bergantian.
“Mungkin hampir 50 persen penurunan jumlah penumpang speedboat saat ini, karena bisa kita lihat dari speed yang kembali gantian, dulu kan jalan semua karena satu speed dulu tuh bisa sampai 40, kalau sekarang ini kadang-kadang hanya 18,” ungkapnya.
Ia juga menyebut bahwa sebenarnya di keberangkatan speedboat sendiri tidak ada pembatasan yang diterapkan, berjalan seperti normal dan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).
“Ramainya cuman hanya di hari Jumat, karena ada yang pulang ke Tarakan, kalau dihari biasa kembali sepi lagi, karena penumpangnya yang tidak ada,” ucapnya.
Ia juga menjelaskan turunnya jumlah penumpang yang sangat drastis tersebut akibat faktor berkurangnya hilir mudik masyarakat dan perjalanan Dinas yang belum tampak aktifitasnya di awal tahun.
“Ini mungkin karena pertama orang malas jalan dan aktifitas perjalanan Dinas juga belum ada di awal tahun, ini biasa terjadi, ditambah lagi isu kelonjakan kasus Omicron juga menurut saya,” tutupnya. (rhl/nr)