Hari Ini, 17 Ton Minyak Goreng Curah Didistribusikan

narahubung.id – Mengantisipasi kenaikan harga dan kelangkaan minyak goreng. Operasi pasar minyak goreng curah digelar di Pasar Induk, Tanjung Solor, Minggu (3/4/2022).

Anggota Komisi VI DPR RI, Deddy Hanteru Yevri Sitorus mengatakan bahwa minyak goreng curah didistribusikan ke pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) sehingga bisa memberikan dampak.

“Selama Ramadan ini UMKM harusnya bisa mendapatkan keuntungan lebih. Tetapi, karena harga dan pasokan terbatas pelaku UMKM kehilangan kesempatan,” kata Deddy kepada narahubung.id, Minggu (3/4/2022).

Karena itu, sebanyak 17 ton minyak goreng curah yang didistribusikan hari ini dapat dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM. Untuk harga distribusi, pemerintah sudah menetapkan bahwa distributor hanya bisa mengambil Rp 1.000 rupiah dari pabrik. Sementara, wilayah Kaltara ini cukup jauh.

“Jadi, untuk hari ini biaya distribusi ditutupi melalui corporate social responsibility (CSR) dari PT. Rajawali Nusantara Indonesia (RNI)” ungkapnya.

Sebab, jika harus dibebankan ke Pemda Bulungan tentu akan sulit untuk bisa terealisasi. Mengingat anggaran yang dimiliki terbatas.

“Minyak goreng ini kita prioritaskan kepada UMKM. Sementara, untuk masyarakat menengah ke bawah sekarang ini sudah ada bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng,” bebernya.

Kemudian, untuk minyak goreng premium dan medium juga sudah tersedia di pasaran. Karena itu, pendistribusian diprioritaskan kepada pelaku UMKM. Sehingga, bisa memanfaatkan momentum Ramadan agar bisa berusaha dengan baik.

“Sekarang ini  kita bisa lihat. Sudah banyak pelaku UMKM yang hilang karena harga minyak goreng mahal,” bebernya.

Karena itu, DPR RI berencana melakukan pendistribusian minyak goreng curah di Kaltara akan kembali berlanjut.

“Kalau berjalan dengan lancar. Kita akan berupaya untuk kembali melakukan operasi minyak goreng. Selama Ramadan kebutuhan minyak goreng meningkat 20-40 persen,” ungkapnya.

Sementara itu, Supervisor PT RNI, Sujar mengaku tengah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat. Sehingga, proses pendistribusian bisa kembali berlanjut.

“Biaya perjalanan kesini (Bulungan) cukup tinggi dan memakan waktu perjalanan empat hari empat malam. Jadi, hal kita koordinasikan dengan pemerintah pusat,” ujarnya.

Nantinya, minyak goreng curah ini akan didistribusikan ke pedagang yang memiliki tandon sebagai tempat penampungan. Selanjutnya, pedagang yang mendistribusikan kepada masyarakat.

“Iya, kita berharap minyak goreng ini bisa tepat sasaran,” tutupnya. (rhl/nr)

Berita Lain