Evaluas Teknis, Jalan Poros Buluh Perindu Dikerjakan Tahun Ini

narahubung.id – Peningkatan jalan poros Buluh Perindu-Gunung seriang akan sedikit terhambat. Hal tersebut terjadi, jika proses evaluasi teknis tidak memenuhi syarat. Namun, pengerjaannya akan tetap dilakukan tahun ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Bulungan, Khairul mengatakan, untuk proyek pekerjaan pengaspalan ruas jalan Buluh Buluh Perindu-Gunung Seriang saat ini tengah dalam proses tender.

“Jalan yang akan ditingkatkan sepanjang 1,8 kilometer (km) melalui DAK (dana alokasi khusus) senilai Rp 7,1 miliar untuk lapisan AC-BC (asphalt concrete binder course),” kata Khairul narahubung.id, Rabu (7/4/2022).

Khairul mengungkapkan bahwa, pekerjaan akan dilakukan secara bertahap. Setelah rampung ruas jalan sepanjang 1,8 km. Pekerjaan jalan sepanjang 900 meter menuju jembatan meranti akan dilanjutkan pada tahun 2023.

“Tahun ini 1,8 km. Sisanya akan dikerjakan tahun 2023,” ungkapnya.

Menurutnya, pekerjaan harus dilakukan tahun ini. Sebab, jika tidak dikerjakan makan akan dilakukan tender ulang. Selain Jalan Buluh Perindu-Gunung seriang, peningkatan jalan juga akan dilakukan di Desa Mara sepanjang 330 meter dengan nilai Rp 952 juta. Menyoal apakah tahun ini ada pekerjaan peningkatan ruas jalan  Tanjung Selor-Tanjung Palas Timur, Khairul menyatakan bahwa tahun ini belum ada pekerjaan disana.

“Belum ada. Sekarang ini status jalan itu masih mengambang,” ungkapnya.

Namun begitu, dengan adanya Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Industri Park Indonesia (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi di Tanjung Palas, Bulungan. Kemungkinan besar pekerjaan akan dilakukan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN).

“Disana Tanah Kuning-Mangkupadi kan ada PSN. Jadi, ada kemungkinan pekerjaan dilakukan oleh balai. Begitu juga dengan ruas jalan penghubung Tanjung Selor-Peso,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Unit Layanan Pengadaan (ULP) Setkab Bulungan, Fachruddin mengatakan, untuk perbaikan ruas jalan Buluh Perindu saat ini masih tahap evaluasi teknis. Jika memang tidak memenuhi syarat maka akan dilakukan tender ulang.

“Kalau tidak sesuai syarat. Iya, tender ulang,” katanya.

Sebelumnya, ruas jalan milik Bulungan ini merupakan limpahan dari Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN).

“Nah, sekarang ini kondisi jalan masih agregat,” ungkapnya.

Fakhrudin menyebut bahwa, peningkatan masih sulit terakomodasi melalui anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) yang terbatas. Karena itu, pekerjaan direncanakan melalui dana alokasi khusus (DAK).

“Iya, rencananya melalui dana alokasi khusus,” tutupnya.(rhl/nr)

Berita Lain