Kemensos Beri Pendampingan Korban Kekerasan Seksual Dibawah Umur
narahubung.id – Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan pendampingan terhadap korban kekerasan seksual dibawah umur berinisal R (12) yang dihamili oleh ayah tirinya HP (40) hingga melahirkan di RSD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo, Tanjung Selor.
Pekerja Sosial (Peksos) Kemensos Perwakilan Kaltara, Ramadhan menyebut bahwa, hingga saat ini pendampingan dan pemantauan ke korban terus dilakukan.
“Perlindungan di lingkungan sekolah, kesehatan juga masih kita lakukan. Termasuk psikologi juga,” kata Ramadan kepada narahubung.id, Senin (18/4/2022).
Bahkan, pendampingan akan dilakukan hingga kasusnya selesai. Dalam hal ini, Peksos Kemensos Perwakilan Kaltara juga berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) kabupaten dan provinsi terkait kejiwaan korban.
“Sekarang ini korban masih sedih, takut dan kecewa. Beberapa hari lalu korban juga sempat marah karena ada beberapa teman sekolahnya yang membully dia (korban). Nah, ini pembelajaran buat kita semua. Khususnya anak di bawah umur jangan langsung membully kalau tidak tahu masalahnya,” bebernya.
Terkait hal itu, Ramadhan mengaku sudah menghubungi rekan korban tersebut dan mengupayakan permohonan maaf.
“Teman korban yang membully ini juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya tersebut,” ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakan, sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 aksi bejat yang dilakukan ayah tiri korban ini masuk kategori kejahatan seksual.
“Sebelum kejadian, korban ini sempat tinggal satu rumah dengan pelaku. Karena korban dititipkan oleh ibu kandung ke ayah tirinya,” bebernya.
Ia juga mengungkapkan bahwa, korban sudah tiga tahun tinggal satu rumah dengan pelaku di Desa Mangkupadi, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Bulungan. Berdasarkan hasil asesmen, korban ini tidak mengetahui jika dirinya tengah mengandung.
“Jadi, korban ini tidak tahu kalau sedang hamil,” bebernya.
Ia mulai curiga hamil setelah perut yang semakin membesar. Untuk menutupi perutnya, sehari-hari korban selalu menggunakan jaket atau switer.
“Korban ini kaget, dan tidak mengetahui sedang hamil, baru pada saat perutnya membesar dan setelah melahirkan baru sadar,” pungkasnya. (rhl/nr)