Korban Ghosting di Buku “Kisah yang Belum Selesai”
narahubung.id – Eka Farida Kusuma baru saja merilis buku pertamanya berjudul ‘Kisah yang Belum Selesai’. Buku tersebut bercerita tentang tokoh fiksi yang berpetualang mencari cinta sejati. Namun, bukan kebahagiaan yang selalu ia terima, melainkan selalu menjadi korban ghosting.
Buku bergenre novel fiksi ini sudah ia tulis sejak 2018 lalu dan baru selesai proses pengerjaannya di tahun 2022 ini.
Eka Farida Kusuma, Penulis buku ‘Kisah yang Belum Selesai’ mengungkapkan, buku yang ia tulis fokus pada petualangan kisah cinta remaja yang mencari cinta sejati.
“Ini lebih ke cerita kasmaran ya. Jadi, si pemeran utama ini wanita dan dia punya tipikal yang pemalu, dia tidak serta-merta langsung suka kepada lelaki yang mendekatinya,” kata Eka kepada narahubung.id, Jumat (13/5/2022).
Namun, prinsip dari tokoh utama ini, juga tidak mau di ghosting atau terlalu lama dekat tanpa kepastian dari lawan jenisnya. Lemahnya tokoh utama ini pun cepat terbuai oleh janji manis laki-laki.
“Tiap ada yang coba mendekati si tokoh ini dan memberikan janji bersama selamanya ia selali terima, ketika berjalannya waktu dia yang selalu ditingal,” ungkapnya.
Novel fiksi karya penulis asal Bulungan ini pun terdapat perbedaan dari novel yang biasa dibaca. Eka menyebut memasukan unsur foto dan sajak di tiap halaman buku tersebut.
“Buku ini, saya bikin agak beda. Di tiap halaman ada sajak kalimat, jadi tidak banyak. Itu namanya novel flat fiction, jadi didalam isi bukunya itu saya isi beberapa gambar foto. Jadi, di halaman kiri sajak kalimat, di halaman kanan itu foto,” ucapnya.
Dari kegemarannya membaca buku sejak kecil lah yang mendasari Eka untuk menulis dan memunculkan satu karya bukunya tersebut. Dan tertantang untuk membuat karya-karya selanjutnya.
“Saya setiap baca buku tuh selalu berfikir, kok orang bisa ya bikin buku, saya bisa gak sih bikin buku. Nah, itu yang membuat saya jadi tertantang untuk membuat buku sendiri,” ungkapnya.
Oleh karena itu, buku pertamanya tersebut terbit melalui percetakan PT Java Sinar Pratama, Yogyakarta.
“Ini terbitnya baru juga sih, terbitnya ini di bulan April kemaren.
Oleh karena itu, pegawai honor di Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kaltara ini berharap para penulis di Kaltara terus semangat dan jangan ragu untuk terus berkarya.
“Pesan saya, jangan takut untuk menulis sesuatu. Karena tanpa kita berani untuk menulis itu tidak akan jadi. Tidak akan ada karya yang di hasilkan, dan harus memberanikan diri, tulis apa saja yang ingin di tulis,” tutupnya. (rhl/nr)