Kiprah Perempuan Pada Perhelatan Politik Kaltara

narahubung.id – Menghadapi pemilu pada tahun 2024 mendatang, (Dewan Pimpinan Cabang) DPC Partai Demokrat Kabupaten Bulungan menyebut, akan melibatkan 30 persen keterwakilan perempuan pada pesta demokrasi tersebut.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bulungan, Farida Silviawati mengatakan, perempuan-perempuan Kaltara, khususnya di Kabupaten Bulungan jangan pernah takut untuk berpolitik. Sebab, terjunnya perempuan ke politik secara tidak langsung sudah meningkatkan kapasitas wanita di dalamnya.

“Sebenarnya berpolitik itu bukan hal yang mengerikan, itu kan termasuk pemberdayaan perempuan juga. Ibaratnya, meningkatkan kapasitas kita juga sebagai wanita. Dimana kita bisa juga bisa ikut dan andil atau berkiprah di dunia politik,” kata Farida kepada narahubung.id, Rabu (1/6/2022).

Menurut Farida, untuk menjadi seorang calon legislator diperlukan keahlian sosialisasi serta pengalaman keterlibatan di dalam masyarakat. Artinya, peningkatan kapasitas, bagaimana ber organisasi.

“Simple saja menyiapkan diri, artinya tidak punya kepentingan lain, dan saya dulu dasarnya dibangku kuliah aktif berorganisasi. Kemudian, sering terjun bermasyrakat, pokoknya organisasi yang yang melibatkan masyarakat, salah satunya saya aktif di PAUD saat ini,” ungkapnya.

Menurutnya, interaksi yang sering kali dibangun kepada masyarakatlah yang membuatnya lebih paham dan mengerti apa yang masyarakat inginkan saat ini.

“Ibaratnya itu sering berinteraksi langsung dengan masyarakat. Jadi, kalau untuk terjun ke masyarakat bagi saya bukan hal yang barulah. Jadi, ke masyarakat itu lebih mudah dan lebih diterima. Apalagi interaksi ke masyrakat saat ini bisa melalui sosmed pribadi,” ucapnya.

Perempuan yang juga menjabat sebagai anggota di Komisi III DPRD Kabupaten Bulungan ini yakin, bahwa perempuan bisa berkontribusi pada pembangunan dan pengabdian pada masyarakat.

“Saat ini, setidaknya bakal calon legislatif jika minim di finansial seharusnya bisa memberikan ilmu atau jalan keluar serta saran kepada masyarakat. Intinya, hal yang bermanfaat dan berguna bagi masyarakat lah. Masyarakat itu senang disapa, senang diperhatikan dan diperdulikan. Ibaratnya, bukan melulu soal uang. Kalau menurut saya seperti itu,”tutupnya. (rhl/nr)

Berita Lain