Kunjungi Berau Cocoa, Perwakilan Desa Binai Antusias Pelajari Potensi Kakao
narahubung.id – Perwakilan BPD, LPM, Bumdes serta ketua RT dari Desa Binai, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan berkunjung ke pabrik pengolahan biji kakao di Berau Cocoa dan petani kakao Rantau Panjang. Kunjungan tersebut diinisiasi dan difasilitasi oleh PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) selaku pendaming di desa tersebut.
Dalam kunjungan itu, perwakilan pemerintah desa sangat tertarik dan siap membawa ilmu dan pengetahuan yang didapat usai menerima penjelasan dari pembina pabrik pengolahan kakao dan petani kakao tersebut.
Kepala Desa Binai, Daud mengatakan, dari kunjungan tersebut pihaknya mendapat banyak ilmu dan pengetahuan yang nantinya siap di sampaikan kepada masyarakat ataupun petani yang ada di Desa Binai.
“Jadi, ilmu ini yang mau kita ambil mau dibawa ke desa kita, agar nanti perkembangan-perkembangan petani disana bisa kita tingkatkan melalui ilmu-ilmu yang kita pelajari hari ini,” kata Daud kepada narahubung.id, Rabu (8/6/2022).
Daud juga mengungkapkan, selain ilmu dan pengetahuan soal budidaya kakao, pihaknya juga mendapat pengetahuan soal peningkatan ekonomi dari budidaya kakao ini.
“Yang pertama, kita akan mempelajari tentang bagaimana untuk peningkatan ekonomi masyarakat terutama dalam budidaya tanaman kakao, dan bukan itu saja, kita akan mempelajari bagaimana produksinya, bagaimana pemasarannya nanti,” jelasnya.
Pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada PT PKN selaku pendamping dan fasilitator dalam perjalanan tersebut. Diharapakan kedepan hubungan kerja sama bisa terus terjalan antara Desa Binai dan perusahaan.
“Dengan adanya PT PKN yang ada di Desa Binai supaya meningkatkan pemberdayaan masyarakat kedepannya, bukan hanya di bidang perkebunan tapi juga di bidang usaha-usaha kecil masyarakat sebagainya, ini harapan-harapan kedepan,” ucapnya.
Sementara itu, PDQC (Product Development Quality Control) Berau Cocoa, Syahran menyambut baik upaya belajar dan sharing dengan perwakilan desa Binai yang dinilai sangat antusias dan bersemangat mempelajari tanaman kakao.
“Yang perlu dijaga ini memang semangatnya, biar gak turun. Karena, kadang masyarakat tuh di awal ketika menjalaninya drop, dan penyebabnya banyak, dan itu yang nanti teman-teman dari Pemerintah Desa, maupun teman-teman dari PT PKN yang mengawal ini. Sehingga, gak putus ini semangatnya,” katanya.

Oleh karena itu, ia berpesan kepada perwakilan tersebut untuk mengawali dalam menanam dengan baik dengan cara membaca terlebih dahulu potensi yang ada di desanya.
“Desa Binai harus tau dan membaca terlebih dahulu potensinya. Yakni, potensi lahan, dan potensi petani. Potensi lahan yang ada, kesesuaiannya, kan desa Binai ini punya riwayat sudah pernah menanam, itu bisa kita liat kondisi pohonnya, bisa kita rehabilitasi, atau bisa kita lakukan penanaman ulang, kalau kondisinya sudah tidak baik, lebih baik kita lakukan penanaman ulang,” ucapnya.
Ia menilai melalui kunjungan pertama ini bertujuan untuk mengenalkan semangat dasar-dasar budidaya hingga pola pemasaran yang efektif. Diharapkan selanjutnya ini bisa terlaksana, mengingat potensi kakao serta permintaan pasar yang tinggi.
“Kunjungan pertama ini bertujuan untuk brainstorming, refresh semangat aja. Nanti selanjutnya pendampingan itu baru. Kita harapannya ini bisa jadi dan terlaksana, karena potensinya kakao itu permintaan pasarnya sangat tinggi dan potensi pengembangan ekonominya sangat baik. Karena ini termasuk pangan, kapan pun masih dibutuhkan,” tutupnya.

(adv/rhl)