Patok Perbatasan Indonesia-Malaysia Bergeser, Danrem : Anggota Kita Intens Patroli
TANJUNG SELOR, narahubung.id – Pergeseran sejumlah patok batas Indonesia-Malaysia di Provinsi Kaltara jadi perhatian serius jajaran TNI.
Karenanya, melalui tim satuan tugas (Satgas), TNI intens melakukan patroli demi memastikan patok perbatasan tetap pada posisinya.
Komandan Korem (Danrem) 092/Maharajalila Brigjen TNI Suratno mengatakan, semua patok perbatasan di Kaltara sebenarnya aman-aman saja. Adanya pergeseran dari titik koordinat yang telah disepakati, sebenarnya disebabkan oleh gejala alam.
“Anggota sebenarnya intens melakukan patroli. Kalau ada patok misalnya yang miring, itu kita betulkan lagi. Karena mungkin karena gejala alam. Karena hujan atau ketiup angin, makanya miring baru kita perbaiki lagi,” ujarnya, Senin (17/8/2020).
Dijelaskannya, sesuai yang dikatakan Panglima Kodam (Pangdam) VI Mulawarman, Mayjend TNI Heri Wiranto saat mengunjungi wilayah perbatasan beberapa waktu lalu, Danrem mengatakan patok perbatasan hanya melenceng dari garis koordinatnya.
Meski patoknya bergeser, namun untuk garis perbatasan Indonesia-Malaysia yang ada di Kaltara tetap akan mengacu pada garis koordinat. Sehingga, patok perbatasan yang bergeser itu bukan menjadi persoalan bagi kedua negara.
“Yang disampaikan oleh Pangdam itu, kalau pun misalnya ada yang bergeser, itu juga tidak akan merubah koordinat yang ada. Karena kan sudah ada kesepakatan kedua negara (Indonesia dan Malaysia) atas garis koordinatnya. Jadi kalau pun patoknya bergeser, itu tetap tidak masalah. Karena ada garis koordinat yang jadi acuan,” jelasnya.
Jendral Bintang Satu ini menjelaskan, meski patok yang bergeser berada di dalam wilayah NKRI, masing-masing kedua negara juga tidak bisa melakukan klaim, termasuk Malaysia. Sebab, yang akan menjadi acuan penentuan garis perbatasan adalah garis koordinat yang sudah disepakati.
Khusus untuk di Kaltara, personel TNI yang tergabung dalam satgas teritorial secara intens melakukan patroli patok. Hal itu dilakukan, demi memastikan keadaan patok tetap dalam keadaan utuh dan tidak terjadi adanya pergeseran yang cukup parah.
“Walaupun kita tidak pindahkan (ke titik koordinat), itu juga sebenarnya tidak masalah. Tapi anggota selalu melakukan pengecekan saja. Supaya (yang bergeser) tidak terlalu parah,” pungkasnya. (am/dc)