Cegah Eksodus di Wilayah Perbatasan, TNI Rutin Edukasi Soal Nasionalisme

Warga perbatasan di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan saat merayakan hari kemerdekaan
Warga perbatasan di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan saat merayakan hari kemerdekaan

TANJUNG SELOR, narahubung.id – Prajurit TNI yang bertugas mengamankan perbatasan Indonesia-Malaysia di Kaltara rutin memberi edukasi kepada masyarakat soal pentingnya nasionalisme.

Ini dilakukan agar masyarakat yang bermukim di wilayah perbatasan tidak tergoda untuk pindah ke negara tetangga.

“Kita memang memberikan edukasi kepada anak-anak kita, bagaimana membangkitkan rasa nasionalisme. Sehingga dia tumbuh dan memiliki rasa menjadi WNI (warga negara Indonesia). Makanya ada beberapa anggota kita yang bertugas di perbatasan, ikut mengajar kepada anak-anak sekolah,” Ujar Danrem 092/Maharajalila Brigjen TNI Suratno, Senin (17/8/2020).

Danrem mengatakan, edukasi sejak dini kepada anak-anak di perbatasan adalah bentuk antisipasi agar tidak ada lagi warga yang ingin pindah negara. Meski, sebenarnya warga yang mengancam pindah negara bukan karena kurangnya nasionalisme, namun lebih kepada tidak meratanya pembangunan digaris perbatasan.

“Kita memang pupuk dari awal. Kalau dulu kan memang, sering terdengar kalau ada yang sampai pindah ke negara Malaysia. Makanya sekarang itu yang kita antisipasi sekarang,” ungkapnya.

Di momen kemerdekan RI yang ke-75 tahun 2020 ini, Suratno melihat jiwa nasionalisme warga perbatasan sudah tidak diragukan lagi. Itu terlihat dari antusias masyarakat dalam menyambut 17 Agustus.

“Kalau saya melihat jiwa nasionalisme warga kita semakin hari semakin tumbuh dan semakin baik. Terbukti mereka sekarang dengan kesadarannya sudah mengikuti, dengan memasang bendera di masing-masing daerah,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil kunjungannya bersama Panglima Kodam (Pangdam) VI Mulawarman, Mayjend TNI Heri Wiranto di wilayah perbatasan, bendera merah putih sudah terpasang di sepanjang jalan. Tidak hanya itu, warga Kecamatan Krayan juga mengibarkan bendera merah putih berukuran besar dibentangkan pada puncak Gunung Yuvai di atas ketinggian 1.130 meter di atas permukaan laut.

“Ini yang saya katakan, nasionalisme warga perbatasan semakin baik. Kita dari satuan tugas yang ada di perbatasan, baik satgas teritorial dari Malinau, Nunukan akan terus mengedukasi kepada masyarakat untuk menumbuhkan rasa nasionalisme mereka,” jelasnya.

“Kemarin kami juga bersama dengan Pangdam (Mayjend TNI Heri Wiranto) ke Sebatik (Kabupaten Nunukan) dan mengunjungi beberapa pos yang ada disana, sudah terlihat nasionalisme warga kita disana. Bahkan mereka ada yang membuat perlombaan kecil untuk momen hari kemerdekaan ini. Ini akan kita teruskan memberikan edukasi,” tutupnya. (am/dc)

Berita Lain