Kemenkumham RI Soroti Dapur Lapas Tarakan
narahubung.id – Inspektur Jenderal (Irjen) Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia, Razilu mengunjungi Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tarakan.
Dalam kunjungannya tersebut, ia bersafari dan mengecek dapur dari Lapas Tarakan. Ia menyebut bahwa, dapur menjadi hal yang penting bagi warga binaan di Lapas.
“Hal-hal lain yang saya kunjungi mengenai dapur, karena itu jadi hal penting, itu adalah sumber energi kekuatan dari warga binaan, bisa kita liat disana dimana keberadaan dapur mereka. Alhamdulillah, dapur mereka bersih,” kata Irjen Razilu kepada narahubung.id, Sabtu (13/8/2022).
Ia juga menyarankan agar dapur Lapas Tarakan memperhatikan kehigenisan dapur yang dihuni sebanyak 1476 warga binaan tersebut.
“Saya sarankan untuk berupaya mendapatkan. Yakni 3 hal, yang pertama sertifikat layak higenis dari Dinas Kesehatan, kemudian ada sertifikat penjamah makanan, lalu ketiga yang belakangan saya minta yaitu sertifikat halal dari MUI,” ungkapnya.
Ia menyebut bahwa setiap makanan yang halal dapat dimakan oleh semua kalangan agama. Hal tersebutlah yang juga telah diterapkan di Padang.
“Karena kalau makanan halal itu bisa dimakan oleh semua jenis agama apapun juga. Tapi kalau tidak halal orang orang islam tidak boleh makan. Jadi, itu sudah diterapkan di padang sebagian besar seperti itu, dan itu satu prestasi juga buat mereka. Ketika nanti mereka menampilkan wadah kelebihan dalam berbagai aspek dibandingkan dengan dapur yang lain,” jelasnya.
Namun begitu, beberapa saran tersebut merupakan tidak wajib, melainkan menjadi prestasi dan kreatifitas bagi Lapas yang menjalankan. Faktor higenis itu juga yang membuat makanan masuk ke tubuh dan menjadi sumber energi.
“Hal tersebut tidak wajib melainkan tergantung dari kreatifitas masing KA Lapas. Tapi, beberapa tempat ada yang mengusahakan, kalau layak higenis itu kita usahakan dan itu menjadi penting. Kalau makanan masuk ke tubuh manusia tidak higenis kan bahaya,” ujarnya.
Oleh sebab itu, Kemenkumham RI terus berupaya memberikan yang terbaik secara keseluruhan UPT di Kemenkumham. Saat ini, pihaknya menyebut bahwa, di era kepemimpinan Menteri Yasona banyak kemajuan yang telah di alami.
“Kita mengupayakan semuanya, kita ini sudah memberikan secara keseluruhan UPT di Kemenkumham di tahun terakhir kepemimpinan pak Yasona itu luar biasa kemajuan-kemajuan yang kita alami, banyak hal yang kemudian mitra kerja memberikan kepercayaan kepada Kementrian Hukum dan Ham. Jadi, Kemenkumham bukan masa lalu, tapi masa depan yang lebih baik,” pungkasnya. (rhl/nr)