Kaltara Jadi Wilayah Transit Narkoba

narahubung.id – Letak geografis provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia, menjadikannya lokasi strategis bagi jaringan Internasional dalam memasok barang haram Narkotika ke Indonesia.

Seperti yang baru saja diungkap oleh Ditresnarkoba Polda Kaltara. Yakni, 3,14 Kg Sabu dan 4753 butir ekstasi dalam kemasan 9 bungkus plastik diamankan.

Dirresnarkoba Polda Kaltara, Kombes Pol Agus Yulianto mengatakan, wilayah Kaltara menjadi lokasi transit narkoba yang hendak dibawa ke daerah lain di Indonesia.

“Jadi, daerah kita ini menjadi daerah transit yang akan dibawa ke daerah lain, baik daerah Kaltim, Sulawesi dan daerah-daerah lain. Jadi, bukan hanya banyak pengguna di Kaltara tetapi diwilayah kita ini selain jadi wilayah tujuan juga menjadi wilyah transit,” kata Kombes Pol Agus, Senin (22/8/2022).

Ada ribuan jalur tikus yang ada di daerah perbatasan, khususnya diwilayah Kabupaten Nunukan yang menjadi atensi Polda Kaltara.

“Itu mereka seringkali, bukan hanya masuk lewat darat, modus operandinya baik dari Tawau langsung ditengah laut over ship barang dan kemudian barang langsung dibawa ke Sulawesi,” jelasnya.

Ia menjelaskan, seperti pengungkapan sabu beberapa waktu lalu, dengan barang bukti 32 Kg, pengirim menggunakan speedboat sendiri dan over ship di laut.

“Itu kemaren sempat kita tangani juga, dengan barang bukti 32 Kg kemaren. Itu rencananya pejemput menjemput ditengah laut, kemudian di bawa ke Pare-pare. Jadi, modus operandi wilayah penyelundupan narkoba yang masuk ke wilayah Indonesia ini cukup banyak,” ungkapnya.

Pihaknya memastikan bahwa, narkotika yang beredar khususnya di wilayah Sulawesi merupakan barang haram dari Tawau, Malaysia.

“Jadi, memang dapat di informasikan juga banyak barang-barang yang beredar di wilayah Sulawesi itu barang yang dari Tawau Malaysia,” pungkasnya. (rhl/nr)

Berita Lain