Dua Sineas Muda Kaltara Lolos Eagle Award Documentary Competition

narahubung.id – Setelah bertarung dan melalui proses panjang dari seleksi proposal yang menyisihkan 142 ide cerita original dengan data riset kuat dari seluruh Indonesia. Proposal ide cerita “The Flintstones Digital dari Belantara Rimba Bulungan” milik Rohil Fidiawan dan Anggrino Gilang asal Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara akhirnya terpilih sebagai finalis 5 besar Eagle Award Documentary Competition (EADC) 2022 pada pengumuman, Jumat (30/9/2022) kemaren.

Di proses seleksi proposal yang dibuka sejak 6 Juli – 18 September 2022 lalu, akhirnya panitia mulai mempersempit seleksi menjadi 50 besar, lalu ke 20 besar, hingga ke 5 besar terpilih untuk mewakili ide cerita terbaik dari seluruh Indonesia.

Proses menuju 5 besar, EADC 2022 sangat ketat yang melibatkan 5 juri ternama dalam mewawancara 20 ide cerita terpilih untuk memilih 5 Finalis Terbaik yang filmnya akan di produksi dan ditayangkan di malam penganugerahan di Metro TV pada 30 November 2022 mendatang.

Juri yang mewawancarai langsung tersebut. Yakni, Andi F Noya, Presenter pada program Kick Andy dan Jurnalis, Tonny Trimarsanto, Maestro Sutradara Film Dokumenter Indonesia, Sofia Setyorini, Impact Produser, Muthia Gani, Sosiolog, dan Yoshi, salah satu personil Project Pop sekaligus perwakilan dari Siberkreasi Kominfo.

Pada rangkaiannya, Rohil Fidiawan dan Anggrino Gilang akan mengikuti serangkaian proses, mulai dari Workshop pendalaman ide cerita dari tanggal 1-8 Oktober secara daring, kemudian mentor meeting pada 10 Oktober, Pre Produksi recce peserta 9-16 Oktober, Produksi pembuat film di Kawasan Hutan Benau 17-30 Oktober, ke Jakarta pada 31 Oktober, Editing Offline 1-15 November, Editing Online 16-29 November, dan terakhir Awarding pada 30 November 2022.

Sederet mentor ternama film Indonesia yang akan mengawal 5 film terpilih di workshop tersebut. Yakni, BW Purbanegara, Dony Kusen, Tonny Trimarsanto, Benny Kadarharyanto, Gelly Kusuma, Eko Rejoso, Agustya Herdwiyanto, hingga Cesa David Lukmansyah.

Eagle Awards adalah ajang kompetisi bagi insan perfilman Indonesia, terutama generasi muda, yang mengkhususkan pada film dokumenter. Ajang ini diselenggarakan oleh Metro TV dan Eagle Institute Indonesia, keduanya di bawah Media Group, dan kali pertama diselenggarakan pada tahun 2005 silam.

Turunan atau acara sejenis yang melengkapi acara ini adalah Young Eagle Awards, Eagle Documentary Series, Eagle Special Project, dan Kalaweit WildLife.

Tahun ini, EADC 2022 bertemakan “Indonesia Bersinar Makin Cakap Digital” mengusung 4 pilar digitalisasi sebagai dasar refrensi penulisan ide cerita oleh peserta.

Mari kita dukung dan doakan Sineas Muda Kaltara dalam berkompetisi menjadi yang terbaik di EADC 2022 ini!! (rhl/nr)

Berita Lain