VOID Rilis Single “Menyala”, Perkuat Posisi Sebagai Band Koalisi Pemerintah
“Bagi kami di daerah, menjadi bagian dari sebuah birokrasi adalah sebuah keharusan, karena ide – ide kami harus diakomodir tidak dengan idealisme saja, tapi sinergi dari semua stake holder di pemerintahan”, Ujar Dicky Umachina. Begitu statement salah satu personil Void yang di aminkan oleh semua personilnya, Siapa Void? Yang jelas semua dari mereka merupakan orang – orang yang banyak berpengaruh di pergerakan skena local, mulai dari penggiat sampai kritikus.
Void lahir dari sebuah kuota tak bertuan dengan unsur politis, demi mendobrak sebuah pandangan, bahwa genre bukan lah sebuah pagar tinggi yang tidak mungkin tidak bisa dilewati. Tahun 2016 Void mendeklarasikan menjadi sebuah band dalam sebuah perhelatan tahunan kebanggan Kalimantan Utara, yang bangga mereka sebut Musik Alam Festival. Dan bulan ini mereka akhirnya melepas “Menyala” sebagai gong menandakan eksistensi mereka di daerah.
Single “Menyala” berbicara lugas tanpa banyak drama, beat drum kotor khas stoner rock, seketika mengingatkan pada Almarhum Philty Animal, dengan line bass sebagai tour guide setia menjadi penunjuk jalan,riff gitar yang tidak segan mengantam gendang telinga, dan yang harus di notice adalah vocal Hamdan yang berbeda dari karakter di band sebelumnya. “Menyala” nyaris gagal rilis, produksi di lakukan sendiri dengan berpindah tempat rekaman, revisi sana – sini, belum lagi aktivitas semua personil yang sebagian besar menjadi budak corporate dan sebagian lagi menjadi bagian dalam ranah strategis birokrasi daerah. Kemudian semua ini sepakat, agar segera di muntahkan.
“Biarkan kami menjadi band yang berdampingan dengan birokrasi di daerah kami tinggal”. Void sama sekali tidak apatis soal pemerintahan yang biasa di gaungkan oleh banyak band, issue ini yang akhirnya menjadikan Void sebagai salah satu headliner yang paling ditunggu, tidak bisa dipungkiri aksi panggung mereka terkadang menjadi otentik disbanding oleh band lain, salah satunya adalah bagi – bagi beras Merah Krayan (UMKM Lokal) dan sembako, mirip dengan kampanye, tapi justru konsep ini adalah sebuah keharusan Void yang dengan tegas memberikan pernyataan bahwa mereka terus mendukung program yang dilakukan oleh pemerintah di daerah mereka sendiri, yaitu di Bulungan, Kalimantan Utara.
Selamat menikmati Menyala, Salam kenal dari kami di perbatasan Kalimantan Utara.
Void Di Hati.
“MENYALA” Credit :
Produser : Void & Ceritanya Records
Artwork : Joeloesmant
Music Arr : Void
Lirik : Ade “Jhino”
Take Drum : Kiki Tatasuara studio
Take Gitar, Bass, & Vocal : Ceritanya Rcrds by Yudhistira Pramana
Mix & Mastering : bedroomdwellerrecords by Aan “Nevermind”
VOID Contact
081251725501 | Instagram : @void.dihati