Bioskop Juita dan Kenangan Menonton Film di Tarakan

narahubung.id – Seketika kenangan menonton film bersama kembali terbesit diingatan masyarakat Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara). Apalagi dalam waktu dekat ini, XXI akan hadir menemani masyarakat Bumi Paguntaka.

Hal tersebut dapat dilihat dari baleho yang terpasang bertuliskan “XXI Coming Soon” saat kita melintasi perempatan simpang tiga Grand Tarakan Mall (GTM) Tarakan,” Kamis (15/12/2022).

Tauhkah kalian? sebelum berkembangnya teknologi bioskop seperti Image Maximum (IMAX) dan Dolby Atmos yang digunakan bioskop di Indonesia seperti saat ini, masyarakat kota Tarakan sudah memilki budaya menonton film di sebuah teater mini atau biasa disebut masyarakat Tarakan “Bioskop Juita”.

Bioskop Juita yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso, di depan kantor Polres Tarakan ini hadir menemani masyarakat kota Tarakan dikisaran tahun 1980-1990an. Bagi sebagian orang, menonton film di bioskop merupakan pilihan utama dibandingkan hanya menonton dirumah.

Dengan ukuran dan resolusi layar yang lebih besar dari film konvensional lainnya dan kualitas audio yang dikeluarkan menjadi beresolusi tinggi, pengalaman menonton akan menjadi menyenangkan.

Dulu, beberapa bioskop di Tarakan, termasuk Bioskop Juita mendistribusikan film yang akan tayang juga cukup unik, menggunakan mobil angkot keliling kota Tarakan sambil membawa poster film berukuran besar lengkap dengan pengeras suara.

Kenangan-kenangan menonton film tersebut tim narahubung.id temukan di kolom komentar facebook “Tarakan Tempo Doeloe”.

“Qlau ndk salah tiketxa masi Rp,,1500,,dsini dulu almarhum om saya bekerja,,jadi penjaga pintu,” ungkap akun Sunardy Ardy di komentar.

“Ingat saat masih kecil selalu dibawa bapak pergi nonton bareng keluarga seru banget, apalagi nonton hantu takut sambil sembunyi … Waktu itu masih berumur 5 tahun,” kata akun Sulis Tia.

Menurut akun Ali Chervat, biokop tertua di kota Tarakan berada di Kampung Pukat atau di daerah selumit.

“Bioskop paling tua (lama) di kp pukat/selumit, kemudian yang di depan kantor polisi (punya Ami) terakhir yang ini di Tarakan theater.

Namun, dibantah oleh akun Rehan Idris yang menyebut bahwa Tarakan Theater muncul setelah bioskop Juita dan Jelita Theater. Bioskop Jelita berada di Kampung Pukat.

“Tarakan Theater muncul setelah bioskop Juita & Jelita Theater,” jelasnya.

Terlepas dari perdebatan di kolom komentar facebook yang “menggelitik” soal bioskop mana yang paling lama itu bukan lah hal penting. Yang terpenting adalah bagaimana mengingat kembali memori dan masa-masa indah saat menonton bersama keluarga.

Semoga saja, ingatan soal budaya menonton yang sejak lama kita rindukan kembali tumbuh ketika XXI nanti ada, semoga tidak di php lagi hehe.

Kebetulan, tulisan ini ditulis bertepatan dengan hari jadi kota Tarakan ke-25 Tahun yang jatuh setiap tanggal 15 Desember, semoga segala kebaikan senantiasa menyelimuti pulau kecil nan indah ini. (rhl/nr)

Berita Lain