Gali Potensi Seni dan Budaya Desa Kelubir, PT PKN Gandeng DKD
narahubung.id – PT Pesona Khatulistiwa Nusantata (PKN) bersama Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kaltara menggelar Fokus Discussion Group (FGD), pada Rabu (31/1/2023).
Mengambil lokasi di Balai Adat Desa Kelubir FGD kali ini membahas tentang potensi seni dan kebudayaan yang ada di desa tersebut.
“Setelah berdiskusi dengan kalangan tokoh adat Dayak Kayan, dari pihak Desa kemudian Dinas Pariwisata Bulungan serta pihak PT PKN, maka sudah terpetakan sejumlah potensi yang bisa dikembangkan di Desa Kelubir,” ujar Ketua DKD Kaltara, M. Dicky Umacina.
Rencananya, hasil dari FGD tersebut akan dirancang dalam bentuk program jangka panjang mulai dari pelatihan seni dan budaya hingga pengelolaan industri kreatif berbasis budaya.
“Jika dilihat dari apa yang dipaparkan masyarakat desa ternyata begitu banyak yang bisa kita kembangkan ke depan. Tidak hanya bicara soal membangun industri seni pertunjukan berbasis budaya tapi juga bagaimana menciptakan industri kreatif dari kearifan lokal,” katanya.
Sementara itu, Ketua Adat Kayan Desa Kelubir Heng Anye turut mendukung langkah pengembangan seni dan budaya itu. Dia berharap, dengan adanya kolaborasi DKD, PT PKN, pemerintah dan masyarakat, kendala perihal kurangnya alat musik, fasilitas hingga SDM dapat teratasi.
“Harapan kita dari pariwisata dan kesenian, memperhatikan soal alat yang diperlukan dalam kegiatan kita. Ada perhatian dan memberikan masukan kepada kami. Kalau tidak ada pendampingan mungkin selalu kami lupa. Untuk itu mohon dukungan pariwisata dan dewan kesenian,” ujarnya.
Adapun dari hasil diskusi tersebut, setidaknya ada sejumlah poin yang menjadi atensi bersama. Di antaranya, terkait sejarah Kayan di Kelubir, yang bisa dijadikan tulisan atau buku. Lalu ada potensi pengembangan makanan khas tradisional, kerajinan tangan, tari-tarian, musik tradisional hingga seni ukir.
“Untuk itu kita lakukan pemetaan potensi. Kemudian inputnya masuk dalam proses. Misalnya bagaimana peralatan musiknya, bagaimana pelatihannya, sehingga perlu dibentuk kelompok,” terang Comdev PT PKN Ardi A Kaudis.
Kemudian, sambungnya, untuk outputnya, dapat diadakan sebuah pertunjukan dengan memanfaatkan sejumlah momen di desa. Dalam pertunjukan itu, selain menampilkan seni pertunjukan, juga bisa memamerkan seni hasil kerajinan tangan.
“Sehingga ada dampak. Yaitu jumlah pendapatan masyarakat bisa bertambah. Karena contoh makanan, kerajinan tangan itu punya nilai jual. Di samping itu, jadi objek wisata, dan orang lebih tertarik datang berkunjung,” tutupnya. (nr)