Cegah Kanker Serviks, Dinkes Kaltara Upayakan Alat HPV DNA
narahubung.id – Menurut data dari laman web kementerian kesehatan, diketahui bahwa Kanker Serviks menempati urutan kedua dengan jumlah 36.633 kasus atau 9,2% dari total kasus kanker di Indonesia. Kejadian kanker serviks dapat diturunkan melalui deteksi dini.
Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltara, pada tahun 2023 di bulan Januari hingga bulan Maret terdapat 6 kasus positif di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dengan total jumlah yang diperiksa 421 orang. Oleh karena itu, pihaknya menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan demi mendeteksi dini potensi tersebut.
Kepala Dinkes Kaltara, Usman mengatakan, angka positif kanker serviks di Kaltara terkesan fluktuatif. Hal tersebut tentunya tergantung dari jumlah kesadaran masyarakat yang memeriksakan dirinya.
“Turun naiknya tentunya tergantung jumlah yg diperiksa, tapi biasa kita temukan yg positif,” jelas Usman kepada narahubung.id, Rabu (24/5/2023).
Usman mengungkapkan, sejak tahun 2022, Kemenkes menjadikan vaksin human papillomavirus (HPV) sebagai salah satu vaksin dalam program imunisasi wajib nasional untuk anak perempuan usia 11-12 tahun.
Apalagi, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin telah mengumumkan, mulai tahun ini perempuan di kelas 5 dan 6 Sekolah Dasar (SD) di seluruh Indonesia berhak mendapatkan vaksin HPV gratis.
“Rencananya, vaksinasi ini mulai dikenalkan di seluruh provinsi di Indonesia mulai tahun 2023–2024,” kata Usaman.
Adapun vaksin HPV, selama ini diberikan guna mencegah potensi penyakit kanker serviks pada kaum perempuan.
“Pemeriksaan juga dapat dilayani di puskesmas dengan (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) IVA Test, dan juga biasa kita layani kelompok ibu-ibu yang bekerjasama dengan Organisasi seperti PKK,” jelasnya.
Dalam hal ini, Dinkes Kaltara akan menunggu Petunjuk Teknis (Juknis) dari Kementrian Kesehatan terkait hal tersebut. Namun, pihaknya sedang mengupayakan pengadaan alat HPV DNA Test di Kaltara.
“Kita tunggu Juknis dari Pusat. Terkait HPV DNA Test Belum ada, tapi kami sedang mengusahakan pengadaannya,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid P2P Dinkes Bulungan, Rustam Iswandi mengatakan, terkait HPV rencananya di bulan Agustus mendatang oleh Kementerian Kesehatan.
“Terkait HPV direncanakan bulan Agustus nanti oleh pusat, sasaran anak sekolah SD,” jelasnya.
Dalam deteksi dini saat ini, pihaknya mengupayakan masyarakat agar melakukan test IVA yang bisa dilakukan di puskesmas terdekat.
“Vaksinasi HPV, sementara ini masih berbayar, bisa di dokter praktek kandungan.
Kalau deteksi dininya, kita upayakan di masyarakat untuk melakukan test IVA, di puskesmas bisa dilakukan,” jelasnya.
Terkait pencegahan kanker serviks, pihaknya selalu memberi himbauan kepada masyarakat. Mulai dari anjuran deteksi dini hingga melarang bergonta-ganti pasangan seksual.
“Tidak berganti ganti pasangan seksual, Deteksi dini melalui testing IVA atau papsmear di fasyankes, segera memeriksakan diri jika mengidap penyakit menular seksual, segera konsultasi ke dokter jika mengalami haid tidak teratur, sakit saat berhubungan seksual, berdarah saat berhubungan seksual, rutin melakukan testing IVA minimal 1x dalam 2-3 tahun,” tutupnya. (rhl/nr)