Datu Iman Pertanyakan Kapasitas Bastian Lubis Usulkan Nama PJ Wali Kota Tarakan
narahubung.id – Mantan Kepala Dinas PUPR Provinsi Kaltara yang saat ini menjadi staf ahli Pemprov Kaltara, Datu Iman Suryamenggala mempertanyakan kapasitas ketua TGUPP Bastian Lubis dalam mengusulkan PJ Wali Kota Tarakan.
Hal itu berdasarkan pesan berantai yang beredar di beberapa grup WhatsApp. Dalam isi pesan tersebut, tampak statemen Datu Iman mempertanyakan posisi Bastian Lubis, apakah sebagai Ketua TGUPP atau sebagai pemerhati kebijakan publik dan pemerintah?.
“Pak Bastian Lubis, anda mengusulkan nama pj walikota tarakan ke Gubernur Kaltara, kapasitas bapak sebagai apa? Ketua TGUPP atau sebagai pemerhati? Harus bapak ketahui bahwa berdasarkan UU pemprov Kaltara itu punya mekanisme utk menilai, menguji dan mengusulkan ASN namanya TIM PENILAI KINERJA dulu namanya BAPPERJAKAT, yang di ketuai SEKPROV, BKD, Inspektorat dan asisten,” kata Datu Iman dalam pesannya, Kamis (1/6/2023).
Selanjutnya, Datu Iman mengungkapkan, bahwa tidak ada posisi TGUPP atau Pemerhati pemerintah untuk terlibat dalam mengusulkan atau menentukan nama PJ kepala daerah. Bahkan, ia menyebut bahwa Bastian Lubis sudah cukup merusak pemprov Kaltara dengan usulnya.
“Tidak ada posisi TGUPP atau pemerhati didalam lembaga itu, cukup sudah bapak ini merusak Pemprov Kaltara dengan usul usil bapak yg ndak jelas landasan formilnya, mending bapak memajukan kampus bapak di Sulawesi yang cukup terkenal itu (UPA),” tulisnya.
Selain itu, ia berkeyakinan bahwa Kaltara tidak kekurangan putra putri terbaiknya dan berharap Bastian Lubis tidak ikut campur dalam kemajuan provinsi Kaltara. Kemudian, ia juga menyarankan agar Bastian Lubis dapat kembali fokus mengurus kampusnya.
“Kaltara ini tidak kekurangan putra daerah yang pintar, banyak profesor hukum dan administrasi negara asli putra daerah Kaltara, banyak DOKTOR ahli keuangan di UBT, kami tidak butuh pemikiran bapak disini karena bapak tidak mengerti sosiocultural Kaltara … fokus aja bapak memajukan kampus bapak yang sudah maju di sulawesi sana… C U K U P !!!!,” Bebenya.
Sebelumnya, Bastian Lubis mengatakan, untuk mengisi kekosongan jabatan hingga pelantikan walikota selanjutnya, maka akan ditunjuk Penjabat Walikota yang bertugas menjalankan roda pemerintahan selama satu tahun ke depan.
Bastian Lubis telah mengusulkan nama Firmananur kepada Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang.
“Saya secara profesional sebagai pemerhati kebijakan publik, tidak mewakili TGUPP, melihat Firmananur yang satu-satunya paling pantas. Saya telah mengusulkan ke Pak Gubernur agar Pj Walikota Tarakan itu Pak Firmananur,” kata Bastian.
Ia berpendapat bahwa sosok Firmananur dinilai unggul dari calon lain karena memiliki pengalaman lebih mumpuni pada bidang birokrasi.
Sebagaimana diketahui, Firmananur merupakan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Tarakan pada tahun 2017 sampai 2019.
“Firmananur, selain kepangkatannya tinggi dan senior di Pemprov Kaltara, dia memiliki pengalaman pernah menjadi sekda, sehingga sangat mengetahui berbagai persoalan, dinamika dan kultur wilayah di Tarakan,” bebernya.
Bastian Lubis sendiri disebut dipercaya mengenai analisis dan pertimbangan terkait nama untuk posisi Pj Kepala Daerah di sejumlah wilayah di Indonesia.
“Alhamdulillah, masukan-masukan (nama penjabat kepala daerah) yang saya berikan di Sulawesi Selatan itu diterima semua,” ujarnya.
Adapun, Firmananur saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Kaltara. Dia tercatat resmi menjadi ASN Pemprov Kaltara pada bulan Maret 2019. Sebelumnya, Firmananur diketahui bertugas sebagai PNS di wilayah Tarakan selama 29 tahun. (nr)