Dari Satpam hingga Bacaleg Hilangkan Penat dengan Layang-layang
narahubung.id – Musim layang-layang di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kaltara menjadi ruang refreshing bagi para pekerja untuk menghilangkan penat setelah seharian bekerja. Mulai Satpam, Nelayan, PNS, hingga Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) pun berbaur jadi satu di lapangan Buluh Perindu tersebut.
Permainan layang-layang adu ini, dimainkan tergantung cuaca. Di weekend atau hari libur seperti Sabtu dan Minggu lapangan Buluh Perindu dipadati para penikmat permainan ini.
“Kebetulan profesi saya seorang Satpam di salah satu Bank di Bulungan. Menariknya yang saya lihat orang yang bermain layang-layang di lokasi Buluh Perindu berasal dari semua kalangan. Mulai dari, Satpam, PNS, Nelayan, Pekerja Proyek bahkan Caleg sekalipun ada,” kata Rahmad kepada narahubung.id, Senin (3/7/2023).
Kamay sapaan akrab Rahmad menyebut, permainan ini ampuh menghilangkan kepenatan saat seharian bekerja, dan dapat mencoba mengulang kembali kemasa kecil.
“Rata-rata penikmatnya seperti yang saya bilang tadi para pekerja semua. Jadi, sedikit membuang penat lah. Coba kembali ke masa kecil, kita main layang-layang jadi saat lelah pulang bekerja itu bisa sedikit hilang lah,” ujarnya.
“Kalau untuk ramainya pemain itu di hari Sabtu dan Minggu bisa mencapai seratus orang. Musim layangan ini kan berada di bulan tertentu, bukan musim penghujan. Makanya teman-teman di Bulu Perindu itu bukan dari kalangan anak-anak, malah orang dewasa semua,” tambahnya.
Kamay mengungkapkan, kebanyakan pemain layang-layang di lapangan Buluh Perindu itu tidak saling kenal. Perkenalan antar pemain terjadi di lokasi tersebut.
“Hobi bermain layang-layang sejak kecil, kebetulan sudah lama tidak main lagi, jadi coba mengasah kembali kemampuan bermain layang-layang,” ungkapnya.
Ia juga menerangkan, untuk menyalurkan hobi layang-layang ini biasanya para pemain merogoh kocek mulai dari Rp 100.000 ribu hingga Rp 200.000 ribu.
“Untuk harga benang sendiri masih terjangkau lah, mulai harga seratus hingga dua ratus ribu untuk standar dewasa. Untuk layang-layang sendiri kisaran harga sepuluh ribu hingga lima belas ribu,” terangnya.
Namun, beberapa hal yang disorot pada pemberitaan baru-baru ini adalah benang layang-layang yang kerap kali melukai pengendara yang melintas. Dalam hal ini menurut kamay, lokasi lapangan Buluh Perindu sendiri cenderung aman dan sudah mengikuti himbauan RT setempat.
“Apabila anginnya masih kearah darat, itu permainan ditunda terlebih dahulu. Tidak ada yang boleh memainkan layang-layang. Nah, jadi kalau sudah arah angin itu berpindah ke barat daya atau barat laut itu sudah bisa,” ucapnya.
Apalagi, Jalan Buluh Perindu merupakan Jalan poros yang sering dilalui pengendara yang padat. Sebab, rata-rata kendaraan disana berkecepatan kisaran 40 km/jam.
“Makanya kita himbau kepada semua yang main untuk menjaga arah permainan layang-layang, jangan sampai bisa mencelakai pengendara yang melintas,” tutupnya. (rhl/nr)