3 Titik Panas Karhutla Terpantau Di Kaltara

Ilustrasi
Ilustrasi

TANJUNG SELOR, narahubung.id – Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tanjung Selor mendeteksi 3 titik api di Provinsi Kaltara, Rabu (26/8/2020) kemarin.

Titik api itu terpantau terjadi di Kecamatan Sesaya Hilir Kabupaten Tana Tidung (KTT), Kecamatan Tanjung Palas Utara dan Kecamatan Peso Ilir Kabupaten Bulungan.

Titik api yang terpantau masih masuk tingkat kepercayaan medium. Artinya, tingkat kemungkinan munculnya api masih disekitaran 31 hingga 79 persen saja. Namun demikian, hal ini tetap harus diwaspadai karena titik api dengan tingkat kepercayaan medium juga berpotensi menimbulkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kalau tingkat kepercayaannya masih medium, belum bisa dipastikan itu kejadian kebakaran. Tapi potensi terjadinya kebakaran, itu sangat memungkinkan. Apalagi cuaca saat ini, cukup terik. Kalau berdasarkan hasil pantauan kita, memang ada tiga titik yang berbeda dari wilayah lainnya,” katanya.

Khilmi menuturkan, titik api yang yang dipantau melalui satelit ini tetaplah harus diwaspadai. Sebab, apabila dikaitkan dengan situasi cuaca saat ini, potensi terjadinya karhutla sangat mungkin. Jika nanti hasil pantauan satelit menunjukkan angka 80 hingga 100 persen, maka dapat dipastikan titik tersebut merupakan titik api atau terjadi kebakaran.

“Kalau kepercayaanya sudah medium, tidak menutup kemungkinan terjadinya kebakaran. Artinya tergantung kondisi setempat. Jadi memang harus tetap diwaspadai. Apalagi untuk beberapa hari ini tidak ada hujan. Adapaun hanya intensitas rendah saja,” ucapnya.

Untuk Kabupaten Bulungan, daerah yang menjadi atensi adalah wilayah Tanjung Selor dan Tanjung Palas Timur. Apalagi dari beberapa kejadian karhutla sebelumnya, dua daerah ini cukup parah dibanding dengan daerah lainnya.

“Khusus untuk di Bulungan ini, bukan termasuk zona musim. Dalam satu bulan misalnya, cuaca sangat panas tetapi ada hujannya juga. Jadi tidak selama satu bulan itu, panas terus. Namun kalau di Pesso atau di Sesayap itu, (jika terjadi karhutla) kecenderungannya dia cepat padam. Kecuali yang daerah Tanjung Palas Timur dan Tanjung Selor,” pungkasnya. (am/dc)

Berita Lain