Penyelenggara Konser Virgoun Dipolisikan, Ini Tanggapan Polres Tarakan

narahubung.id – Konser penyanyi Virgoun yang rencananya digelar di Kota Tarakan, batal digelar. Adapun ‘Dream Fest Event’ sebagai Event Organizer (EO) berulang kali berjanji untuk mengembalikan uang tiket penonton. Namun, hingga saat ini pihak panitia masih belum bisa dihubungi.

Merasa ada yang tidak beres, para penonton beramai-rami melaporkan kejadian tersebut ke Mako Polres Tarakan, Provinsi Kaltara, Rabu (11/7/2023), siang.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Tarakan, AKBP Ronaldo Maradona TPP Siregar melalui Kanit Tipidum Satreskrim Polres Tarakan, IPDA M. Izzadin membenarkan hal tersebut.

“Tadi sudah membuat laporan, kami mendapatkan info bahwa sudah terjual laku sekitar 1700an tiket. Ya, yang mana dari tiket-tiket tersebut berbeda-beda kategorinya dan berbeda pula harganya,” katanya kepada wartawan, Rabu (12/7/2023).

Ia juga mengungkapkan, ada sekitar 7 orang yang melakukan pelaporan. Namun, ada satu pelapor utama yang diduga mengalami kerugian sekitar Rp 7 Juta.

“Tadi ada beberapa orang yang pergi melapor, tapi hanya satu orang yang menjadi pelapor utamanya. Sisanya menjadi saksi. Nah, yang pelapor utama ini mengalami kerugian Rp 7 Juta, dengan berbagai macam kategori tiket yang dia beli. Untuk tiket VVIP kan harganya 1 Juta,” ungkapnya.

Ia menyebut bahwa, pelapor utama ini membeli tiket untuk menonton secara bersama keluarga dan kerabat. Namun, pembeliannya melalui si pelapor utama ini.

“Bisa dikatakan dia membeli tiket untuk menonton secara bersama-sama keluarga dan kerabat melalui dirinya,” ujarnya.

Sejauh ini dari beberapa keterangan, ada banyak yang membeli tiket dari konser vokalis ‘Last Child’ tersebut. Bahkan sudah ada yang dari luar Tarakan hingga sudah membeli tiket penerbangan dan hotel.

“Tapi, saat ini memang banyak orang yang membeli tiket lebih dari 1 . Baik dari Tarakan maupun luar Tarakan. Ada juga yang sudah sampai membeli tiket hotel, tiket penerbangan ke kota Tarakan,” bebernya.

Untuk saat ini, pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan terkait laporan tersebut dan menghimbau kepada masyarakat yang mengetahui informasi itu bisa langsung menginformasikan kepada pihak kepolisian Polres Tarakan.

“Saat ini masih dalam tahap penyelidikan, kami meminta kepada masyarakat yang merasa dirugikan dalam hal ini mungkin bisa memberikan kami informasi untuk membuat terang, jadi kami tau duduk perkaranya,” ungkapnya.

Sementara itu, Pelapor, Mega mengatakan, pihaknya telah melaporkan terkait penipuan. Sebab, pihak panitia sudah berulangkali berjanji untuk mengembalikan uang tersebut.

“Yang dilaporkan terkait penipuan, uang yang dijanji-janjikan sampai sekarang tidak ada, sudah lewat tanggalnya. Berkali kali dijanji, tapi undur-undur waktunya. Janjinya tanggal 28 ini selesai lebaran haji ini,” ungkapnya.

Adapun Mega membeli tiket tersebut di bulan Maret 2023 ketika acara tersebut diumumkan.

“Jumlah 5 tiket, adapun 4 tiket, ada yang 1 Juta. Jadi, saat diumumkan dream festival itu sudah bisa beli, kami langsung beli. Itu kira-kira di bulan Maret,” bebernya.

Dalam hal ini, Mega dan pelapor lainnya sudah berupaya menghubungi pihak yang bertanggung jawab atas even tersebut. Namun, belum ada respon resmi ataupun tanggungjawab dari penyelenggara.

“Kami sudah berupaya menghubungi pihak panitia. Namun, belum di respon. Panitia bahkan sudah merobek tiket. Dia meminta untuk satu-satu mevideo robek tiket,” terangnya.

Mega pun mengeluhkan persyaratan pengembalian/refund yang dinilai ribet dan bertele-tele.

“Persyaratan refund yang diberikan panitia sangat ribet. Kami isi ktp, ribet lah kayak pinjol, gak seribet kayak kita belinya. Kami beli tiket yang kategori A di depan. Kalau yang VVIP itu yang mahal 1 Juta, bisa foto sama Virgoun. Tapi bayangannya aja haha,” candanya.

Namun, Mega dan pelapor lain juga mengetahui bahwa beberapa pembelian tiket satuan berjalan lancar dalam pengembalian uang. Tapi, di pembelian jumlah banyak berbanding terbalik.

“Adapun untuk pembelian tiket satuan, pihak panitia sudah mengembalikan. Tapi kalau untuk yang langsung banyak itu belum dibayarkan,” tutupnya.

Sampai berita ini diturunkan, tim narahubung.id mencoba untuk mengkonfirmasi kepada pihak panitia terkait hal ini. Namun, belum ada respon dari pihak Dream Fest Event. (rhl/nr)

Berita Lain