Akbar Prima Bedah Sosok Dibalik Logo Pohon Hayat IKN Nusantara
TARAKAN – Pemuda Kreatif Kaltara, Akbar Prima berdiskusi secara intim melalui live Instagram dengan salah satu sosok penting pemenang sayembara desain logo Pohon Hayat Ibu Kota Nusantara, yaitu Aulia Akbar.
Berdialog hampir 30 menit, Akbar Prima mengulas proses awal Aulia Akbar mengikuti sayembara logo IKN Nusantara tersebut hingga memenangkannya. Adapun pada diskusi tersebut dihadirkan juru bahasa isyarat.
Akbar sapaan akrabnya, membuka diskusi dengan pertanyaan soal sentimen publik atas kemenangan Aulia Akbar pada sayembara yang hampir diikuti seluruh desain grafis di Indonesia tersebut. Namun, Aulia Akbar lebih memilih untuk menelpon orang tuanya.
“Tanggapan orang tua yang pasti senang lah. Nangis terus selama nelpon-nelpon itu udah gak jelas suara ibu,” jawabnya saat sesi diskusi, Minggu (30/7/2023) kemaren.
Setelah itu, berlanjut pada pertanyaan soal penciptaan kota industri kreatif seperti Bandung. Apa yang perlu dihadapi IKN Nusantara akan hal tersebut, Aulia Akbar menyebut bahwa setiap daerah memiliki perkembangan budaya kreatif masing-masing.
“Kalau menurutku perkembangan budaya kreatif masing-masing kota punya ciri khas sendiri. Kalau misalkan seperti bandung umumnya kan komunal ya, komunitas, orang-orang antusias, pelaku ada juga demain dan ada juga yang membutuhkan tenaga kreatif,” bebernya.
Menurut Aulia Akbar, Kalimantan harus memulai industri kreatif dengan ciri khasnya tersendiri jangan sampai menduplikasi daerah lain.
“Kalau misalkan ada bali, jangan bikin lagi bali kedua,” ungkapnya.
Pria lulusan Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung yang juga mendirikan Pot Branding bersama teman-temannya tersebut tak memungkiri bahwa desain peserta lainnya tidak kalah bagus dari miliknya.
“Tidak dipungkiri teman-teman sendiri punya desain yang bagus. Mereka semua berasal dari networknya ADGI. Dan aku juga nda salah kedua yang termuda, ya banyak belajar sih karena dari karya-karya terdahulu,” ungkapnya.
Aulia Akbar juga tak membuat teknik khusus dalam kemenangan sayembara tersebut. Ia mengaku hanya mengadakan Champaign sekali dan hanya membagikan ke keluarga terdekat.
“Aku di tim di pot pernah melakukan Champaign untuk karya ini, karena dipilih oleh seluruh masyarakat juga. Kalau aku sempat bikin sesi pemaparan aja disini (bandung). Nyebarinnya ke keluarga aja,” bebernya.
Dalam hal ini, Aulia Akbar juga menggaet musisi asal Bandung, Bottle Smoker untuk berkolaborasi. Bottle Smoker dilibatkan pada pengisian audio pada logo Pohon Hayat miliknya.
“Kolaborasi dengan Bottlesmoker, kita sepakat melihat branding ini bukan ditataran visualnya, jadi ada sonic branding, jadi si IKN ini identitasnya bukan visual aja tapi ada audionya juga. Jadi, bisa dipakai untuk di masa depan untuk di lobby hotel, pelataran-pelatatan dan media komunikasinya, holistik,” terangnya.
Menurutnya, unsur visual dan audio sangat penting dalam hal ini. Sebab, IKN Nusantara adalah sebuah kota masa depan yang manusia akan hidup berdampingan dengan hutan.
“Mungkin harapnya karena logo yg kita bikin juga lebih proses perjalanan pembangunan ini. Espeknya orang yang sdh memilih ini jadi paham tentang proses pembangunan dan lingkungan ini. Semua kekayaan dan kebudayaan asalnya dari alam. Sangking agungnya nilai tersebut harapnya bisa kita kawal,” tutupnya.

