Undunsyah Amunisi Besar PPP Kaltara
TARAKAN – Hijrahnya Undunsyah dan keluarga ke PPP Kaltara menjadi amunisi besar bagi partai berlambang Ka’bah tersebut. Secara historis, pengalaman dan militansi Undunsyah patut diperhitungkan bagi lawan lainnya.
Ketua DPC PPP Tarakan, Muhammad Hatta mengatakan, dengan bergabungnya Undunsyah memberikan semangat lebih, seperti halnya di DPP PPP dengan bergabungnya Sandiaga Uno.
“Saya kira Kaltara juga seperti itu, Tarakan juga seperti itu. Bergabungnya orang yang mempunyai basis, kemudian nama yang baik untuk bergabung di partai kita. Saya kira kita juga cukup senang,” kata Hatta saat konferensi pers, Selasa (15/8/2023).
Ia juga mengatakan, informasi soal hijrahnya Undunsyah menjadi topik hangat di kalangan akar rumput. DPC PPP pun mencari informasi itu. Namun, akhirnya dari pihak PKB membuat pertemuan kepada PPP.
“Kawan-kawan dari PKB menghubungi kami dan bahkan pernah kumpul beberapa waktu lalu, mereka menyampaikan bahwa memang mau ke PPP (Undunsyah). Nah, itulah yang mau disampaikan mereka,” bebernya.
Jika berbicara data, peluang, dan basis, muhammad Hatta tak menampik adanya kesamaan pada kedua partai tersebut. Apalagi, DPC PPP sangat optimis dan yakin kepada Undunsyah.
“Saya kira sangat tepatlah beliau ingin bergabung di PPP, karena PKB, PPP sama sama hijau, basisnya kurang lebih sama. Saya kira kita sama partai islam,” ujarnya.
Sementara itu, Undunsyah yang hadir mengatakan, dirinya bukan berasal dari partai politik, namun berangkat dari orang birokrasi. Hal ini dilihat saat Undunsyah baru-baru bergabung di bulan April 2023 bersama PKB.
“Saya jadi Bupati di Kabupaten Tana Tidung 2010-2015 tanpa partai, PKB tidak ikut sama saya. Kami merasa bukan orang politik tapi orang birokrasi. Baru setelah Idul Fitri bulan April 2023 ini baru saya dinyatakan bergabung dengan partai politik. Berarti kan baru beberapa bulan aja,” ungkapnya.
Namun, dibulan yang Muharram ini dirinya mencoba berfikir panjang mengenai perjalanan politiknya di masa depan. Menurutnya, dari kekalahan bersama PKB sebanyak tiga kali membuatnya belajar banyak hal.
“Saya liat persoalannya kami tiga kali nih, Ibu ikut Walikota Tarakan PKB dipakai kalah, saya dengan ibu PKB eh kalah lagi, kan tidak mungkin nih. Jangan-jangan Allah sudah memberikan sebuah indikasi jangan lah gitu. Ini juga menjadi alasan saya pindah,” imbuhnya.
Hal ini juga diperkuat dari latar belakang Undunsyah yang merupakan seorang nelayan. Sebab, melihat sesuatu selalu berdasarkan pandangan-pandangan filosofi nelayan.
“Saya ini seorang nelayan, jadi kalau ada rumpun ini tidak ada ikan, tidak mungkin kita tunggu, kita harus pindah kerumpun yang lain. Maka, hijrah untuk memperoleh yang terbaik. Ini filosofi seorang nelayan, makanya pikir-pikir ini yang ketiga loh. Masa mungkin kita keempat, ini yang mendasari,” tutupnya. (rhl/nr)