Program Makan Siang Gratis Prabowo-Gibran Tingkatkan Gizi Anak dan Sejahterakan UMKM
TANJUNG SELOR – Ketua Umum Relawan Barisan Pengusaha Pejuang (BPP) Prabowo-Gibran Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara(, Ahmad Syamsir Arief, mengatakan, prevalensi stunting (gizi buruk) di Indonesia turun dari 24,4% di tahun 2021 menjadi 21,6% di tahun 2022, khusus Kalimantan Utara di angka 21.1%.
Maka, dengan program makan siang gratis bagi anak-anak dapat meningkatkan gizi anak sehingga diharapkan dapat mempercepat penurunan prevalensi stunting Indonesia ditahun 2024 dengan target 14% ; yang berarti memperkecil jumlah anak bergizi buruk Indonesia, selain itu program makan gratis berefek dapat menyejahterakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Program makan siang gratis bagi anak sekolah, yang diusung pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka itu, dapat menggeliatkan perekonomian pelaku UMKM karena bisa dengan cepat menjual kebutuhan pokok bahan makanan.
“Dengan memberikan makan siang gratis kepada anak sekolah selain meningkatkan gizi anak juga membuat para pedagang beras, sayur mayur, telor, ikan, ayam dan sembako lainnya dipastikan mengalami peningkatan penjualan sehingga ekonomi berputar dan pendapatan UMKM meningkat” kata Arief dalam keterangan yang diterima di Tanjung Selor, Kamis (29/11).
“Hal ini akan mendukung pertumbuhan ekonomi di lingkungan sekolah setempat, namun demikian tetap harus kita kawal bersama implementasi program makan siang gratis tersebut agar tersalurkan secara benar tepat sasaran, berdasarkan asas keadilan terhadap UMkM yg berkenaan” jelas Arief.
Sebelumnya, capres nomor urut 2 Prabowo Subianto mengatakan jika dia terpilih menjadi presiden, maka program makan siang gratis akan dianggarkan sebesar Rp450 triliun.
“Kami hitung kapasitas kita sekarang, saya kira baru kasih satu kali makan (siang) atau habisnya ada snack, saya kira ini sudah prestasi menurut saya. Ini menurut saya suatu langkah yang strategis yang cukup menjawab banyak masalah. Hitungan Rp400 triliun, 450 triliun, (atau) kira-kira 30 miliar dolar (AS),” kata Prabowo.
Terkait sumber dana, Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Panji Irawan, menyebutkan akan bersumber pada pungutan pajak, di mana untuk memaksimalkan penerimaan pajak Prabowo-Gibran akan membentuk badan penerimaan negara.
Juru Bicara Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak, juga mengatakan bahwa program itu juga bisa untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat miskin, selain untuk menghapus prevalensi kasus kekerdilan pada anak atau stunting.
“Program makan siang gratis dengan gizi yang cukup untuk semua anak sekolah dan pesantren adalah salah satu upaya untuk menihilkan kasus stunting di Indonesia dan mengurangi beban ekonomi untuk masyarakat miskin,” kata Dahnil.
