Relawan Jilbab Pink Optimis Hj. Sri Sulartiningsih Amankan Kursi di Senayan, Lewati Suara Petahana
TARAKAN – Hasil hitung suara Pemilu DPD 2024 yang dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU) berdasarkan data quick count hari Senin, 26 Februari 2024 pukul 23.04 WITA, dari 16 kandidat Senator DPD-RI daerah pemilihan Kalimantan Utara posisi Sri Sulartiningsih sebagai “Pendatang Baru” sangat mendominasi.
Berada di atas suara Incumbent seperti Fernando Sinaga dan Marthin Billa, Sri Sulartiningsih berada di posisi tiga besar dengan raihan suara 33.143 atau 12,42 persen. Dari data yang masuk hingga 72,37 persen atau 1661 dari 2295 TPS, suara Sri Sulartingsih berselisih 2.450 dengan raihan petahana Hasan Basri.
Untuk pemuncak suara, masih diduduki Herman dengan 41.265 atau 15,46 persen. Sementara yang berpeluang mengisi posisi ke empat diprediksi sementara ini adalah Larasati Moriska dan Marthin Billa yang saling salip.
Koordinator Relawan Jilbab Pink, Hj. Mariani mengungkapkan keyakinan dan optimis atas perolehan suara calonnya hari ini. Pihaknya menyebut visi misi Hj. Sri Sulartiningsih akan sejalan dengan relasinya sebagai ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia) IWAPI Kaltara.
“Kami optimis ibu bisa lolos menjadi senator dan mampu menjembatani visi misinya karena beliau berpengalaman di bidangnya sebagai ketua IWAPI Kaltara,” katanya, Senin (26/02/2024).
Sementara itu, Koordinator tim Relawan Hj. Sri Sulartiningsih, Anas Jamaluddin mengatakan, pihaknya akan terus mengawal suara hingga penetapan KPU nantinya. Sebab, hal ini meminimalisir celah ataupun perbuatan yang tidak diinginkan nantinya.
“Kami siap mengawal suara agar proses ini berjalan berjalan transparan, tidak ada hal-hal atau potensi yang tidak kita kehendaki. Intinya kami optimis atas raihan Hj. Sri Sulartiningsih hari ini yang berada di 3 besar,” bebernya.
Hj. Sri Sulartiningsih mengungkapkan rasa terimakasihnya yang mendalam atas dukungan segenap masyarakat Kaltata kepada dirinya dan mempercayainya. Ini jadi bagian dari kekuatannya dalam bekerja nanti.
“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dan doa dari masyarakat Kaltara yang mempercayakan suaranya kepada saya. Hal ini menjadi kekuatan bagi saya untuk bisa berbuat lebih baik bagi warga Kaltara,” ungkapnya.
“Program ketahanan pangan yang saya perjuangkan adalah jawaban terhadap salah satu persoalan yang ada di Kaltara, yaitu persoalan stunting. Saya ingin kesejahteraan warga Kaltara meningkat karena ketersedian pangan yang murah,” sambungnya.
Wanita yang juga lulusan terbaik di Program Pascasarjana Ilmu Komunikasi Universitas Persada Indonesia YAI Jakarta ini menjelaskan, persoalan pangan dan transportasi bukanlah hal yang asing. Pengalaman Sri Sulartingsih dan suaminya, Haji Taming telah berkutat lama di bidang tersebut. Bahkan, selain memiliki galangan kapal, Haji Taming adalah pengusaha di sektor transportasi laut dengan KM Sadewa yang dimilikinya.
“Dengan dukungan, kolaborasi dan sinergitas dengan semua pemangku kepentingan di Kaltara, saya yakin akan semakin memudahkan perjuangan saya di DPD nanti. Semua akses yang saya miliki ke Kementerian, Lembaga, serta Bada Usaha Milik Negara akan saya manfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan warga Kaltara,” ujarnya.
Alasan utama Sri Sulartiningsih untuk maju sebagai anggota DPD-RI berawal dari kegelisahannya melihat ketahanan pangan belum dioptimalkan di Kaltara dan sektor pendidikan khususnya. Belum lagi, pemerintahan kedepan akan memprioritaskan daerah 3T (Tertinggal, Terdepan dan Terluar) seperti Kaltara sebagai deerah penerima sasaran Program Makan Siang Gratis.
“Tidak boleh lagi ada warga di Kaltara yang kelaparan dan putus sekolah. Semua anak Kaltara harus maju pendidikannya dan memiliki prestasi yang sejajar dengan anak-anak di Pulau Jawa,” tutupnya.
Informasi lebih lanjut terkait sebaran suara, Tarakan yang memiliki jumlah pemilih terbanyak di Pemilu ini hanya “dikuasai” Herman, Hasan Basri dan Sri Sulatriningsih. Kabupaten Nunukan yang menjadi daerah ke dua dengan pemilih terbesar di Kaltara, mayoritas pemilih melabuhkan suaranya untuk Larasati Moriska, Sri Sulartiningsih dan Herman. Dengan konstelasi suara yang masih cair dan suara yang dikumpulkan KPU belum mencapai 100 persen, diprediksi tiga dari empat kursi DPD dari Kaltara akan diduduki oleh Herman, Hasan Basri serta Sri Sulartingsih.
