Laura Beberkan Kriteria Pasangan di Pilgub 2024, Siap Umumkan di Bulan Agustus
TARAKAN – Bupati dua periode Kabupaten Nunukan, Asmin Laura Hafid menanggapi konstelasi politik yang berkembang di Kaltara. Isu soal dirinya yang akan bertarung di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltara 2024 nanti pun dikonfirmasi Laura secara langsung. Ia menyebut, bahwa akan melihat dinamika politik terlebih dahulu.
“Melihat dinamika politik yang ada, kita melihat perkembangan politik yang ada, yang kedua dukungan dari masyarakat, jadi kita tidak memungkiri ya ketika masyarakat memang menginginkan dan mensupport kita, karena yang kita menginginkan suara dari arus bawah,” kata Asmin Laura, Rabu (4/4/2024).
Sebagai figur, tentu dirinya harus mempersiapkan diri. Sebab, ini merupakan kesempatan yang mulia saat bisa bekerja kepada orang banyak. Apalagi dibutuhkan dan diharapkan orang banyak. Namun begitu, dirinya saat ini masih fokus untuk menyelesaikan pekerja-pekerja di Kabupaten Nunukan terlebih dahulu.
“Intinya saat ini saya fokus bekerja sebagai Bupati dan menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan di Nunukan dulu,” ujarnya.
Saat ditanyai soal kriteria pasangannya nanti di Pilgub 2024, Laura sapaan akrabnya menjawab tegas. Ia menyebut sekitar tiga kriteria dan hal-hal yang sejalan dengan ritme kerja dirinya.
“Orang-orang yang diharapkan paham soal ritme kerja kita, yang paham dengan keadaan masyarakat Kaltara, dan yang paham dengan keinginan masyarakat Kaltara. Kita ini harus bersama-sama membangun Kaltara, tidak bisa karena egonya saja. Kita harus mendengarkan aspirasi dari arus bawah seperti apa, dan mengakomodir seluruh kepentingan 5 Kabupaten/Kota di Kaltara,” ucapnya.
Hingga saat ini, Laura mengakui telah berkomunikasi dengan sekitar 4 Partai Politik (Parpol) yang ada di Kaltara. Namun begitu, dirinya belum bisa membuka secara jelas parpol apa saja.
“Parpol-parpol itu ada kader, jadi saya menjaga dan memilih tidak memberitahu. Komunikasi politik yang biasa dan wajar. Yang terpenting adalah silaturahminya,” imbuhnya.
Saat ditanyai soal kondisi Kaltara hari ini, dirinya memilih untuk menyimpannya secara pribadi dan tidak ingin membukanya. Namun, ada hal-hal yang perlu di evaluasi bersama terkait kondisi Kaltara hari ini.
“Kita positif thinking, kita berdoa yang terbaik. Kalau saya itu punya penilaian terbaik saya, sekiranya diberi kesempatan itu saya akan memperbaiki kekurangan-kekurangan itu. Tapi saya tidak akan menyampaikan secara gambal soal itu, karena itu ditakutkan nantinya menjadi kesan yang negatif bagi saya dimata publik. Jadi, kita akan mengevaluasi apa aja yang dianggap kurang, kita perbaiki,” tutupnya.