Cerita KPU Tembus Perbatasan RI-Malaysia

Ketua KPU Kaltara Suryanata Al Islami bersama Komisioner Divisi Perencanaan Data dan Informasi Maimunah saat di perbatasan RI-Malaysia
Ketua KPU Kaltara Suryanata Al Islami bersama Komisioner Divisi Perencanaan Data dan Informasi Maimunah saat di perbatasan RI-Malaysia

KRAYAN, narahubung.id – Beberapa hari lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltara dan Nunukan melakukan kunjungan kerja ke perbatasan RI-Malaysia untuk melihat kesiapan penyelenggara pilkada di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan.

Dengan Susi Air, rombongan bertolak dari Bandara Nunukan pada Senin (28/9/2020). Menempuh perjalanan kurang lebih 50 menit, rombongan menginjakan kaki di Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan sekitar pukul 14.08 Wita.

Ikut dalam rombongan itu, diantaranya Ketua KPU Kaltara Suryanata Al Islami, Komisioner Divisi Perencanaan Data dan Informasi pada KPU Kaltara dan Nunukan, Maimunah dan Mardi Gunawan.

“Kita dari KPU Kaltara hari ini mengunjungi salah satu perbatasan. Kunjungan ini terkait kita ingin mengecek daftar pemilih sementara kita yang di Krayan, dimana terdapat lima kecamatan yang ada di Krayan. Selain itu juga kita ingin melihat secara langsung terkait distribusi logistik kita pada saat pemilihan itu seperti apa dan bagaimana pengelolaan logistiknya,” ujarnya sesaat setelah tiba di Krayan.

Sesampainya di Krayan, rombongan terlebih dulu singgah di salah satu warung milik warga setempat untuk makan siang.

“Biasanya saya hanya mendengar cerita soal beras Krayan. Sekarang alhamdulillah bisa makan langsung ditempatnya,” ucap Surya disambut tawa para rombongan.

Setelah menyelesaikan makan siang, rombongan KPU bergeser ke Sekertariat PPK Kecamatan Krayan Induk untuk berdiskusi dengan sejumlah anggota PPK yang hadir.

“Alhamdulillah saya beserta pimpinan berkesempatan datang langsung ke Krayan untuk memastikan hak pilih warga kita yang ada di perbatasan terdata dengan baik,” kata Maimunah membuka obrolan.

“Kami juga sangat berterimakasih kepada Ketua dan Komisioner KPU yang sudah jauh-jauh datang ke Krayan. Kesempatan ini akan kami maksimalkan untuk berkonsultasi soal kesiapan PPK dalam menyelenggarakan pilkada serentak tahun 2020,” timpal Ketua PPK Kecamatan Krayan Induk.

Kurang lebih setelah satu jam berdiskusi, rombongan kemudian diantar untuk beristirahat di salah satu penginapan. Cuaca dingin Krayan membuat rombongan mendapat pengalaman baru.

“Selain alamnya yang indah, ternyata cuaca Krayan juga segar ya,” ujar Surya.

Kunjungi Ujung Perbatasan RI-Malaysia

Selasa (29/9/2020) pagi, rombongan berkesempatan mengunjungi Pos Gabungan Bersama Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia di Desa Long Midang.

Sesampainya disana, rombongan disambut Komandan Pos Pamtas, Letda Infanteri Rizky Rachmanda. “Selamat pagi, selamat datang di Pos Pamtas RI-Malaysia,” katanya.

Surya pun menyampaikan ihwal kunjungan KPU ke Krayan dalam memastikan semua tahapan Pilkada Serentak 2020 berjalan lancar. Ia juga menyampaikan izin untuk berkunjung ke tapal batas RI-Malaysia yang berjarak sekitar satu KM dari Pos Pamtas.

Dari tapal batas, rombongan menyempatkan diri untuk singgah di Pondok Pengolahan Garam Gunung Pa’ Nado untuk melihat langsung proses produksi garam gunung yang menjadi salah satu komoditas khas daerah yang didiami oleh suku Dayak Lundayeh ini.

Setelah puas melihat proses pengolahan garam, rombongan KPU meneruskan perjalanan ke Desa Pa’ Rupai untuk bertemu dengan aparat desa setempat.

“Kami mohon dukungan semua pihak agar proses tahapan pilkada serentak bisa berjalan dengan baik sesuai harapan kita semua. Khusus wilayah perbatasan, jika ada kendala langsung saja disampaikan ke petugas PPK, terutama soal data pemilih yang saat ini tahapannya sedang berjalan” ujar Surya.

Kepala Desa Pa’ Rupai, Parir Sere menyatakan apresiasinya kepada KPU yang sudah bekerja keras dalam menjamin pilkada serentak 2020 tetap berjalan aman meski dilaksanakan di tengah pandemi.

“Apalagi sudah mau mengecek langsung sampai ke desa-desa seperti ini. Pa’ Rupai ini sudah jadi desa paling ujung pak, di sebelah gunung itu sudah Malaysia,” katanya.

Saat berada di Pa’ Rupai, waktu sudah menunjukan pukul 13.42 Wita. Karenanya rombongan lantas melanjutkan perjalannya ke Kecamatan Krayan Barat.

Di lokasi yang dinamai Kuala Belawit ini terdapat lima Desa, diantaranya Desa Ma’ Libu, Desa Lepatar, Desa Pa’ Pani, Desa Pa’ Mering, dan Desa Pa’ Lutut.

Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat KPU bertemu dengan sejumlah warga yang difasilitasi oleh PPK Kecamatan Krayan Barat.

Pada sambutannya, Surya mengatakan, KPU memiliki tantangan yang berat dalam melaksanakan pilkada serentak kali ini. Perkara Covid-19 menjadi faktor utamannya.

“Tapi alhamdulillah sampai hari ini belum ada petugas KPU sampai ke tingkat PPDP yang terkonfirmasi positif. Artinya, selama kita menjalankan protokol kesehatan dengan baik, insyaallah semua akan berjalan lancar,” sebutnya.

Sementara itu, Maimunah mengajak kepada warga untuk memastikan kembali apakah mereka sudah terdaftar sebagai pemilih atau belum.

“Saat ini kita memasuki tahapan DPSH (Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan) di tingkat kecamatan. Apabila dlam tahanpan ini masih ada yang belum terdaftar, silahkan ajukan permohonan nanti akan diproses PPK,” tegas dia.

Tuntas dialog bersama masyarakat di Kecamatan Krayan Barat, tepat pukul 17.30 Wita rombongan langsung bertolak ke Desa Long Umung, Kecamatan Krayan Timur.

Perjalanan ditempuh kurang lebih satu setengah jam dengan medan yang cukup berat. Jalan berlumpur ditambah kondisi cuaca yang tidak menentu menambah daftar tantangan yang harus dijejal oleh rombongan KPU untuk sampai di Kecamatan yang memiliki potensi kopi ini.

Pukul 19.30 Wita akhirnya rombongan sampai di Desa Long Umung. Disambut Ketua PPK Kecamatan Krayan Barat beserta anggotnya, rombongan disuguhi kopi dan kerupuk ubi khas Krayan.

“Kami datang ingin silaturahmi, kami ingin memastikan karena Krayan ini daerah perbatasan. Selain itu, tentu kita tidak akan berhasil tanpa PPS dan PPK, apalagi dalam keadaan Covid-19, maka dari itu kami harap sinergitasnya” kata Surya.

Sementara itu, Mardi Gunawan melaporkan keadaan yang ada di Kecamatan Krayan Timur. KPU Nunukan harus bekerja keras dalam mendistribusikan logistik ke dua desa yang ada di Kecamatan Krayan Timur.

“Untuk dua Desa, yakni Desa Bungayan dan Wa’ Yagung itu tidak ada pilihan lain untuk mendistribusikan logistik selain menggunakan kerbau,” akunya.

Untuk waktu normal, perjalanan kedua desa harus ditempuh selama kurang lebih 8 jam dengan berjalan kaki. Keadaan ini diperparah karena medan yang harus dijalani merupakan perbukitan yang jika dalam kondisi basah bisa memperparah keadaan.

“Beginilah kondisinya pak ketua. Pemilihan sebelumnya juga kita pakai kerbau untuk masuk ke sana. Tapi kami sebagai warga di sini selalu membantu KPU,” ujar Ketua PPK Kecamatan Timur.

Menanggapi itu, Surya mengatakan tantangan-tantangan berat yang dihadapi KPU serta badan ad hoc-nya harus dijawab dengan kerja keras dan semangat.

“Tugas kita menyelenggarakan pilkada serentak ini berat. Tapi kita harus menjawab tantangan itu dengan saling mendukung antar satu dengan lainnya. Sebagai provinsi baru, Kaltara harus bisa jadi contoh bagi daerah lainnya. Ini akan menjadi bagian dari prestasi kita bersama,” ucapnya.

Tidak terasa, waktu sudah menunjukan pukul 22.00 Wita, rombongan pun akhirnya menyelesaikan rangkaian kunjungan hari itu dan kembali ke Long Bawan.

Rabu (30/9/2020) pagi, sebelum ke Bandara, rombongan menyempatkan waktu untuk bersilaturahmi ke salah satu tokoh masyarakat Krayan, Agung Bangau. Oborolan santai pagi itu membuat KPU semakin optimis Pilkada Serentak 2020 di perbatasan bakal berjalan dengan aman dan lancar.

“Alhamdulillah kita mendapat doa dan dukungan dari para tokoh masyarakat dan ini semakin membuat kita bersemangat dalam menyukseskan Pilkada Serentak 2020 di Provinsi Kaltara,” kata Ketua KPU.

Secara khusus, Agung Bangau memberikan buah tangan kepada rombongan KPU yang diterima oleh Surya. Ole-ole itu adalah beras hitam, salah satu komoditas pertanian khas Krayan.

“Ini saya kasih buat dibawa pulang. Mudah-mudahan lain waktu bisa kembali ke sini,” ucapnya.

Tepat pukul 08.00 Wita, rombongan akhirnya bertolak ke Bandara Yuvai Semaring untuk bersiap berangkat menggunakan Susi Air dengan tujuan Kota Tarakan. (*)

Berita Lain