Puluhan Barista se-Kaltara Jajal Kompetisi Manual Brew Battle V60

Manual brewing competition yang diikuti barista se-Kaltara, Selasa (27/10/2020). (Foto : AGV)
Manual brewing competition yang diikuti barista se-Kaltara, Selasa (27/10/2020). (Foto : AGV)

TANJUNG SELOR, narahubung.id – Kompetisi seduh kopi menggunakan alat manual bertitle “Kompetisi Manual Brew Battle V60” diikuti puluhan barista se-Kaltara.

Acara diselenggarakan di Kedai Dialektika, Jalan Lembasung, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Selasa (27/10/2020).

Rupanya, animo masyarakat untuk mengikuti kegiatan ini begitu luar biasa. Buktinya, total 48 peserta berunjuk gigi pada gelaran yang digagas oleh Dialketika Coffe bersama Komunitas Bulungan Menyeduh ini.

“Pelaksanaan kegiatan mulai Selasa hingga Rabu, 27-28 Oktober 2020,” ujar Ketua Panitia Pelaksana, Aslan.

Setiap peserta membuat kopi dengan metode V60 dan pemenangnya langsung dinilai oleh empat orang juri. Hasil seduhan yang mendapat nilai tertinggi lolos ke babak berikutnya.

Saat kompetisi berlangsung para peserta tampak begitu antusias dan bersemangat. Tangan-tangan mereka pun tampak begitu lihai dalam menyeduh kopi.

“Jadi babak penyisihan diikuti oleh peserta yang terdaftar, dengan dilakukan battle 3 peserta, dan akan diambil 1 pemenang. Penilaian dilakukan dengan sistem point, point tertinggi yang akan keluar sebagai pemenang,” jelasnya.

Sementara bagi 16 peserta yang lolos ke babak perempat final akan bertarung dengan sistem pertandingan battle (1 lawan 1) dengan sistem penilaian point seperti pada babak sebelumnya.

“Di babak semi final ke 8 peserta bertanding kembali dengan dilakukan sistem battle (head to head), 2 peserta penilaian sistem point, point tertinggi yang akan keluar sebagai pemenang dan maju ke babak final,” katanya.

Lanjut, Aslan menerangkan, pada babak final, 4 peserta akan bertanding dengan sistem battle (head to head), 2 peserta dengan sistem throwdown, pemenang maju untuk memperebutkan juara 1 dan 2.

“Dan untuk yang tersisihkan di babak ini akan bertanding lagi untuk memperebutkan juara 3 dan 4 dengan sistem penilaian yang sama,” imbuhnya.

Untuk melakukan penilaian, Aslan menggandeng sejumlah juri kompeten dari Komunitas Kaltara Menyeduh. “Juri yang kami hadirkan dari kawan-kawan Kaltara Menyeduh yang dimana kami anggap layak,” ucapnya.

Keempat juri ialah, Khaeruddin Elang Geo, Mohamad Topan Samudra, Cempa, dan Asbul. Standar penilaian juri pada umumnya tentang keseimbangan rasa seduhan kopi.

“Yang menjadi fokus penilaian kita yakni kompeksitas, aroma, balancing dan konsistensi panas ke dingin,” ujar salah satu juri, Topan.

Topan menambahkan, kompetisi seduh kopi di Kaltara sudah jauh lebih kompetitif dari tahun-tahun sebelumnya.

“Artinya teman-teman sudah jauh lebih baik dari 3 tahun lalu, dimana saat itu bisa dikatakan adalah momentum bangkitnya usaha kopi di Kaltara. Kita berharap event semacam ini bisa intens dilaksanakan, baik dari temn-teman komunitas maupun pemerintah daerah,” kata Topan. (dc/nr)

Berita Lain