Kreasi Tak Mati saat Pandemi, Khaeruddin Elang Geo Rilis Buku “Coffeesomnia”

Khaeruddin Elang Geo (KEG)
Khaeruddin Elang Geo (KEG)

TANJUNG SELOR, narahubung.id – Khaerudin Elang Geo (KEG) merilis buku berjudul “Coffeesomnia”. Isinya tentang kopi, kenangan, hujan dan senja yang dikemas dengan gaya prosa modern.

Selama pandemi COVID-19 ini, aktivitas di rumah saja membuat semua jenuh, cemas, dan galau. Untuk itu, KEG mengisi waktu luang dengan menulis.

KEG menuturkan, menulis dalam artian di sini yaitu aktivitas ungkapan, perasaan, pengalaman, menekan traumatis.

“Jadi Coffesomnia itu sebetulnya perpaduan dua suku kata, coffee dan insomnia. Filosofinya karena kita pandemi, masa kita mau kalah. Coffesomnia itu mengganti pertemuan yang ada di kedai, seduhan yang hilang di kedai. Jadi saya ganti dengan menulis agar tetap produktif,” ujarnya saat disua narahubung.id, Sabtu (19/12/2020).

Coffeesomnia ditulis KEG dalam kurun waktu satu setengah bulan. Kurangnya minat menulis buku kata KEG dipengaruhi faktor kurangnya kepercayaan diri seseorang. Lalu faktor lainnya belum ada kesadaran berbagi sumber ilmu pengetahuan oleh para pegiat literasi.

“Jadi ada beberapa pesan yang ingin saya sampaikan lewat buku Coffeesomnia, yang pertama adalah bagaimana kita tetap produktif selama corona. Kedua itu brand luar yang saya lawan. Artinya anak-anak lokal itu juga punya brand. Seperti Coffesomnia ini sudah ada dua, selain di Tanjung Selor ada juga di Makassar,” katanya.

“Ketiga, dengan adanya Coffeesomnia ini saya ingin mengkritik teman-teman komunitas literasi di Kalimantan Utara yang terlalu ekslusif. Kenapa tidak pernah ditularkan ilmu itu. Ini yang saya mau selaraskan,” tambahnya.

Bekerjasama dengan Digna Pustaka Jogja sebagai penerbit, Coffesomnia secara resmi rilis pada 13 Desember lalu. Hasil dari penjualan buku ini sepenuhnya didonasikan kepada mereka yang membutuhkan.

Menurutnya dalam menulis buku tak perlu berpikir tentang ekonomi atau ke arah royalty.

“Untuk sementara 200 eksemplar, ada kemungkinan itu akan bertambah. Tidak ada yang dijual. Kalau toh sifatnya dijual itu akan kembali ke Komunitas Hijabers dan Mbak Emi (pegiat donasi) untuk didonasikan ke teman-teman yang membutuhkan,” akunya.

Untuk diketahui, Coffesomnia merupakan buku kedua yang ditulis oleh KEG setelah buku pertama berjudul “Pulau Bunyu Kemarin, Hari Ini dan Esok (sejarah yang nyaris terlupakan)” terbit pada 2012 lalu. (dc/nr)

Berita Lain