Penerapan Protokol CHSE Kawal Pemulihan Industri Pariwisata

Sektor pariwisata diharapkan pulih dengan penerapan Protokol CHSE
Sektor pariwisata diharapkan pulih dengan penerapan Protokol CHSE

TANJUNG SELOR, narahubung.id – Pandemi COVID-19 telah memangsa sejumlah sektor, tak terkecuali pariwisata dan ekonomi kreatif. Untuk itu, penerapan Protokol Cleanliness, Health, Safety, & Environmental (CHSE) diharapkan mampu mengawal pemulihan industri pariwisata di Kaltara.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltara, Ahmad Haerani mengatakan, Pandemi COVID-19 telah melumpuhkan sektor pariwisata yang ditandai dengan merosotnya jumlah kunjungan wisatawan ke Kaltara.

“Dengan Protokol CHSE ini kita harapkan bisa memberi kepercayaan kepada masyarakat. Dengan begitu, roda perekonomian pada sektor-sektor itu bisa kembali berjalan,” ujarnya, Rabu (6/1/2021).

Sektor pariwisata menurut Ahmad Haerani penting karena menjadi salah satu penopang perekonomian tak hanya untuk pelaku wisata tapi juga usaha pendukungnya.

“Karena sektor pariwisata ini saling keterkaitan ya. Penting untuk kita mencarikan solusi buat mereka karena banyak yang terdampak,” ucap dia.

Standar Protokol CHSE ini akan dijadikan sebagai acuan bahwa kondisi destinasi dan pelaku wisata sudah siap kembali beraktivitas. Kemenparekraf juga mengusung tagline Indonesia Care dalam penerapan Protokol CHSE.

“Beberapa waktu lalu Kemenparekraf sudah ke Kaltara untuk mensosialisasikan ini. Mudah-mudahan bisa segera kita terapkan,” jelasnya.

Ahmad Haerani berharap, panduan teknis CHSE akan mendorong upaya pemulihan, kesiapan destinasi, dan pemulihan dalam rangka tatanan kenormalan baru, serta membangun kepercayaan publik dan meningkatkan minat wisatawan.

“Semoga dengan SOP baru ini sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kita bisa lebih hidup,” pungkasnya. (dc/nr)

Berita Lain