Kebakaran Hebat di Nunukan, Puluhan Rumah Hangus Dilalap Api

Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

NUNUKAN, narahubung.id – Puluhan rumah warga di Pelabuhan Inhutani, RT 10 Kelurahan Nunukan Utara, Nunukan, Kalimantan Utara, ludes terbakar dilahap si jago merah, pada Minggu (10/1/2021).

Api dengan cepat melalap puluhan rumah saat warga tengah menunaikan salat magrib sekira pukul 18.30 Wita. Api diduga berasal dari salah satu kios selular yang ada di sekitar TKP.

“Saya sementara masih salat, sudah terdengar di luar masjid warga teriak kebakaran, meminta pertolongan. Jemaah tidak selesai berdoa dan lari keluar, karena ingin mengamankan rumah dan barangnya masing-masing,” jelas Ketua RT 10 Inhutani, Efendi Ansar.

Menurut informasi, kebakaran terjadi secara disengaja oleh seseorang yang ditengarai kurang waras. Namun demikian, informasi lainnya menyebut perkelahian antar wargalah yang menjadi pemicu terjadinya kebakaran.

“Paling banyak warga mengatakan kebakaran dipicu perkelahian warga,” akunya.

Anwar pun sempat menanyakan langsung penyebab kejadian pembakaran itu kepada warga di lokasi kejadian. Namun beberpa warga menolak memberikan pernyataan dengan alasan telah jatuh korban jiwa akibat penikaman.

Kuat dugaan kebakaran dipicu perkelahian warga di sekitar Pelabuhan Inhutani. Untuk pastinya belum bisa diketahui. Karena warga yang terlibat perkelahian belum diketahui keberadaannya.

“Saya belum dapat warga yang berkelahi itu, semoga segera menyerahkan diri ke pihak polisi. Jika warga yang dapat pasti akan dihajar, karena berapa banyak orang yang dirugikan,” ujarnya.

Dia memperkirakan, ada sekira 50 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban insiden kebakaran di pelabuhan Inhutani.

“Karena warga yang tinggal di ujung jembatan sangat padat, ada 50 KK yang tinggal di sana,” pungkasnya. Pantauan di lapangan, api sudah dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran yang dibantu warga. Hingga kini, belum mendapatkan informasi resmi dari pemadam kebakaran maupun kepolisian terkait pemnyebab insiden kebakaran di pelabuhan Inhutani. (dc/nr)

Berita Lain