BVC Galang Donasi untuk Korban Banjir Kalsel dan Gempa Majene
TANJUNG SELOR, narahubung.id – Bulungan Vespa Club (BVC) menggalang dana untuk korban banjir di Kalimantan Selatan dan gempa di Majene, Sulawesi Barat, pada Senin (18/1/2021).
Aksi ini setidaknya dilakukan di dua titik lokasi, yakni di perempatan Katamso dan depan PMK.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 17.00 Wita ini dihadiri puluhan anggota BVC, dengan menenteng kardus dan beberapa pemberitahuan penggalangan dana.
Ketua BVC, Asrul Salam mengatakan, penggalangan dana secara terbuka ini dimaksudkan untuk membantu meringankan beban saudara-saudara yang ada di Kalsel dan Sulbar pasca ditimpa bencana alam.
“Ini sebagai bentuk empati kita kepada saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah. Semoga ini bisa meringankan beban mereka,” ujarnya.
Dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan para anggota BVC mengamen di pinggir jalan sehingga membuat banyak warga Tanjung Selor yang juga tergerak untuk ikut memberikan bantuan.
“Sebelum turun ke jalan kita sudah mengingatkan teman-teman untuk tetap mengutamakan protokol kesehatan,” imbuhnya.
Tak hanya BVC, disisi lain jalan tampak juga sejumlah muda mudi dari ragam komunitas dan organisasi melakukan kegiatan yang sama.

Untuk diketahui, tahun 2021 baru berjalan 18 hari, tapi rentenan musibah dan bencana telah terjadi di Indonesia. Musibah dan bencana tersebut datang silih berganti serta menimbulkan korban jiwa.
Misalnya, bencana banjir yang melanda hampir seluruh wilayah di Kalimantan Selatan akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur daerah itu. Akibatnya, ratusan ribu jiwa harus mengungsi.
Berdekatan dengan banjir di Kalsel, wilayah Mamuju dan Majene di Sulawesi Barat juga diguncang gempa pada Kamis (14/1/2021) dan Jumat (15/1/2021).
Gempa pertama berkekuatan 5,9 terjadi pada Kamis pukul 14.35 WITA dan gempa susulan dengan 6,2 M terjad pada Jumat pukul 02.28 WITA.
Gempa dengan kedalaman 10 Km ini juga memicu kerusakan, korban jiwa, dan menimbulkan keresahan bagi masyarakat setempat.
Dikutip dari informasi yang diunggah akun Instagram BNPB per Jumat (15/1/2021), di Kabupaten Majene sebanyak delapan orang meninggal dunia; sekira 637 orang luka-luka; dan sekira 15.000 orang mengungsi. (dc/nr)