Menanti Realisasi Janji Zainal-Yansen
TANJUNG SELOR, narahubung.id – Zainal A Paliwang dan Yansen TP resmi menyandang status sebagai gubernur dan wakil gubernur Kaltara periode 2021-2024 seusai dlantik di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/2/2021).
Sejumlah pekerjaan besar menanti Zainal-Yansen. Salah satunya berkaitan dengan realisasi janji politik pasangan ini ketika perhelatan kampanye pemilihan gubernur Kaltara digelar pada 2020 silam.
Salah satu janji paling membekas ialah usaha Zainal-Yansen mewujudkan sejumlah usulan Daerah Otonomi Baru (DOB), diantaranya Kota Tanjung Selor, Kota Sebatik, Kabudaya, Kabupaten Krayan, dan Kabupaten Apau Kayan.
Seperti kita ketahui, sampai sekarang pemerintah belum mencabut moraturium DOB. Ratusan usulan masuk waiting list dan tidak berprogres. Artinya, Zainal-Yansen harus bekerja keras untuk merealisasikan janji tersebut. Butuh kekuatan lobi dan strategi matang untuk menjebolkan proposal ini.
Sesaat setelah dilantik, Zainal mengatakan, tetap berpegang teguh pada komitmen dan janji politiknya. Utamanya hal-hal yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Sejumlah sektor juga digadang-gadang masuk skala prioritas Zainal-Yansen.
“Kita tidak menyimpang dari apa yang sudah kita janjikan ke masyarakat. Kita prioritaskan infrastrukur segera kita betulkan, pendidikan, pertanian dan perikanan,” ujarnya.
Selain itu, Zainal-Yansen juga pada visi misinya menjamin ketersediaan lapangan kerja. Di tengah masih mewabahnya virus corona, janji ini menjadi salah satu primadona diantara janji-janji politik lainnya. Bagaimana tidak, sejumlah sektor tersungkur selama pandemi. Ratusan bahkan ribuan orang kehilangan pekerjaan. Stimulan pemerintah tidak cukup membantu bangkitnya ekonomi kaum rendahan.
Untuk itu, lewat kebijakan populis yang sudah dirancang, Zainal-Yansen harus bisa membuktikan setidaknya dalam 100 hari kerja untuk menunjukan ‘hilalnya’.
Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), terkhusus kaum milienial juga menarik untuk ditelisik. Jelang bonus demografi yang bakal melanda Indonesia, program ini tampak taktis secara politik untuk kemudian ‘dijual’ dalam kampanye.
Struktur kependudukan yang bakal diisi mayoritas anak muda akan menjadi sebuah kemajuan signifikan bagi daerah jika dikelola dengan maksmial. Untuk itu, lewat komitmen politiknya pada kaum milenial, sangat diharapkan kebijakan pasangan dengan akronim ZIYAP ini bisa memberi impact jangka panjang.
Sebagai kawasan yang berbatasan langsung dengan Negeri Jiran, Malaysia, isu perbatasan tentu tak kalah pentingnya. Mulai dari ketersediaan infrastruktur hingga perekonomian warga yang berada di wilayah perbatasan.
Pada konteks ini, keduanya sepakat meningkatkan konektivias antar wilayah di perbatasan. Dengan asumsi, pemerataan pembangunan dan ekonomi bisa dikebut. Kebijakan yang menarik memang. Namun butuh sebuah terobosan yang tidak biasa untuk merealisasikannya.
Disparitas pembangunan di perbatasan tentu bukan kabar baru. Ini sudah menjadi headline sejak beberapa tahun belakangan. Kunjungan Presiden RI pada 2019 lalu juga secara praktis belum memberikan dampak signifikan. Zainal-Yansen harus berani menggebrak pusat untuk dapat perhatian lebih.
Selain beberapa poin diatas, masih banyak lagi janji pasangan ZIYAP yang mesti dikawal. Terutama janji yang sangat fundamental, janji yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
Zainal-Yansen harus diberi kesempatan dan kepercayaan penuh dalam menterjemahkan konsep besar yang mereka tawarkan. Tagline “Kaltara Rumah Kita” setidaknya menjadi mimpi indah bagi masyarakat dibawah kepemimpinan ZIYAP.
Selamat bekerja, gubernur dan wagub yang baru!
Penulis : Dicky
Grafis : J.O