Tunjukan Filosofi Enggang di Lambang Baru Kaltara

Ketua DPRD Kaltara Norhayati Andris
Ketua DPRD Kaltara Norhayati Andris

TANJUNG SELOR, narahubung.id – Kabar soal rencana pergantian lambang daerah masih menjadi pembicaraan hangat. Kalangan parlemen ingin ada unsur burung enggang di lambang yang baru.

Ketua DPRD Kaltara, Norhayati Andris mengatakan, burung enggang sangat identik dengan pulau kalimantan. Tak hanya secara geografis namun juga filosofis.

“Masyarakat Kalimantan menganggap burung enggang ini sebagai panglima. Kemudian lambang perdamaian dan persatuan,” ujarnya saat memimpin rapat paripurna belum lama ini.

Lalu, burung enggang juga dianggap sebagai lambang kesetiaan dan kerukunan.

“Karena burung enggang ini tidak bisa hidup sendiri, dia pasti berpasangan,” ucap dia.

Lanjut, Politisi PDI Perjuangan ini menyebut setiap acara kesenian dan budaya di Kalimantan, burung enggang kerap digunakan sebagai atribut.

“Selain itu burung enggang juga sering kita temukan seperti pada patung, ukiran, lukisan, pakaian, rumah-rumah, balai desa, monumen hingga pintu gerbang yang ada di Kalimantan,” bebernya.

Sayapnya yang tebal kata Norhayati, dapat dimaknai sebagai pemimpin yang selalu melindungi rakyatnya. Sementara culanya mennyimpulkan pemerintah dan pimpinan yang selalu didengar rakyatnya.

“Ekornya yang panjang menandakan kemakmuran bagi rakyatnya,”

Secara keseluruhan, burung enggang menggambarkan watak pimpinan yang disukai rakyatnya.

Untuk diketahui, perubahan lambang daerah masuk dalam daftar tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) inisiatif DPRD yang masuk Program Legislasi Daerah (Prolegda) tahun 2021. (dc/nr)

Berita Lain