Cerita Penggali Kubur Jenazah COVID-19

Proses penguburan jenazah pasien COVID-19 di TPU Tanjung Harapan, Bulungan. (Foto : AGV)
Proses penguburan jenazah pasien COVID-19 di TPU Tanjung Harapan, Bulungan. (Foto : AGV)

TANJUNG SELOR, narahubung.id – Ragam cerita datang dari para penggali kubur untuk jenazah COVID-19 di TPU Tanjung Harapan, Tanjung Selor Hilir, Bulungan.

Salah satunya datang dari Zaini Ghoni (40) yang mengaku pernah memakamkan empat jenazah dalam satu hari. Di tengah terik panas matahari, Zaini bercerita tentang pekerjaannya yang belakangan terasa lebih berat.

Seiring bertambahnya kasus COVID-19 di berbagai daerah termasuk di Tanjung Selor, korban meninggal pun bertambah.

“Sebelum corona kita gali lubang itu biasa tidak terlalu. Sekarang sudah beda. Pernah kita gali sampai empat lubang dalam sehari,” ujar Zaini saat ditemui narahubung.id akhir pekan lalu.

Setiap pagi, Zaini sudah sedia dengan paculnya sebagai alat kerja utama. Karena harus selalu siaga mengingat proses penguburan jenazah pasien COVID-19 harus mengikuti prosedur yang berlaku.

“Kita harus selalu siap karena tidak ada yang tahu kapan seseorang itu meninggal. Apalagi pas corona begini. Saya kadang terpaksa harus pulang setelah gelap,” katanya.

Zaini mengaku prihatin melihat proses pemakaman jenazah COVID-19 yang berbeda dari pemakaman pada umumnya. Terlebih jenazah tak boleh disentuh pihak keluarga.

“Kadang sedih sama keluarga yang meninggal karena mereka terpaksa tidak boleh menyentuh. Ya sedih juga kadang, tapi mau bagaimana lagi karena itu aturannya,” ucap dia.

Bagi penggali kubur yang sudah 8 tahun bekerja di TPU Tanjung Harapan itu, tidak ada yang namanya hari libur. Ia bersama keempat rekannya harus selalu siaga 24 jam.

“Kapan pun kami harus siap. Kami juga ikhlas dalam membantu orang, jam berapapun itu pasti kami gali,” ujarnya.

Lebih lanjut, Zaini menuturkan kesan awalnya memakamkan jenazah COVID-19. Dia berujar sempat takut dan waswas.

“Awalnya pasti takut apalagi dengar-dengar virus ini mematikan. Dulu habis kubur jenazah COVID-19 kita tidak boleh pulang karena takut keluarga kena. Tapi sekarang sudah biasa,” imbuhnya.

Zaini berharap masyarakat bisa mematuhi protokol kesehatan agar terhindar dari paparan COVID-19.

“Kita ikuti saja aturan pemerintah. Kita tidak tahu kapan kita kena, apalagi sampai nyawa yang hilang,” pungkasnya. (dc/nr)

Berita Lain
Jumlah Kasus Covid-19 di Kaltar

Perbatasan Bulungan-Berau Akan Ditutup Selama Larangan Mudik

Polisi akan melakukan penyekatan di perbatasan Bulungan dan Berau saat larangan mudik 6-17 Mei.

Jumlah Kasus Covid-19 di Kaltar

Cegah COVID-19, GrabCar Protect Kini Hadir di Tarakan

Layanan aplikasi Grab luncurkan Grabcar Protect untuk melayani masyarakat. Layanan ini dihadirkan khusus untuk meningkatkan perlindungan para mitra pengemudi dan penumpang dari penyebaran COVID-19.