Polisi Pastikan Tak Ada Panic Buying di Kaltara
TANJUNG SELOR, narahubung.id – Kapolda Kaltara Irjen Pol Bambang Kristiyono melalui Dirkrimsus Polda Kaltara Kombes Thomas Panji Susbandaru mengungkapkan, ketersediaan sembako selama pandemi COVID-19 aman dan masyarakat juga tidak melakukan aksi borong seperti kota lain.
“Tidak ada (panic buying) selama ini yang kita temukan. Semuanya berjalan normal seperti biasanya. Paling ramai, kalau misalnya memang pas waktunya untuk belanja. Yang di belanjakan juga pun, normal-normal saja,” ujarnya, Kamis (8/4/2021).
Bersama unsur TNI dan Pemerintah Daerah, jajaran kepolisian juga intens melakukan pengawasan bahan makanan yang beredar di sejumlah pasar tradisional. Mereka juga mengecek ketersediaan dan stok masker di apotek dan toko modern.
Ini diperkuat dengan terbitnya Surat Edaran bernomor B/1872/III/Res.2.1/2020/Bareskrim. Beberapa bahan pokok yang dilakukan pembatasan pembelian, diantaranya adalah beras maksimal 10 kg, gula 2 kg, minyak goreng 4 liter, dan mie instan maksimal dua dus.
“Setelah keluarnya edaran itu, anggota kita semakin intens melakukan pengecekan di lapangan. Karena jangan sampai banyak oknum-oknum yang memanfaatkan situasi sekarang (wabah COVID-19) sehingga menimbulkan keresahan bagi masyarakat,” katanya.
Namun, kata Thomas, beberapa kasus berhasil diungkap selama wabah Covid-19 baru-baru saja melanda di Kaltara. Diantaranya beberapa kasus penimbunan beberapa alat kesehatan (alkes) seperti masker berhasil diungkap kepolisian.
Karena memang, kebutuhan masker saat COVID-19 baru melanda Kaltara langsung menjadi perhatian pihaknya.
“Kalau kasus alkes memang ada beberapa yang kita ungkap. Tapi kita berikan pemahaman kepada oknum itu. Apalagi kan, waktu baru-baru (melanda) Covid-19 di Kaltara, kebutuhan masker itu sangat membludak. Makanya banyak oknum yang berniat memperoleh keuntungan besar. Tapi berhasil kita ungkap juga,” jelasnya.
Untuk saat ini, kata dia, situasi selama pandemi Covid-19 sudah berangsur normal kembali. Fenomena panic buying yang sempat menjadi perhatian, mulai kembali normal lagi.
Kepolisian juga, lanjut Thomas secara intens melakukan pengecekan demi memastikan agar sembako selama pandemi Covid-19 tidak mengalami kelangkaan. Begitu juga dengan kebutuhan masker, diakuinya saat ini sudah mulai mudah untuk didapatkan di pasaran.
“Kita kan memang selalu cek. Stok sembako kita ingatkan supaya selalu terpenuhi terus. Begitu juga dengan masker sekarang, sudah banyak yang di jual. Jadi sudah tidak ada lagi kasus-kasus penimbun alkes ataupun panic buying,” pungkasnya. (dc/nr)