Mengenal Sosok Faisal, Calon Kades Tanjung Karang dari Generasi Milenial

narahubung.id – Dalam beberapa tahun terakhir Desa Tanjung Karang, Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, konsisten mempersolek diri. Pembangunan infrastruktur digencarkan. Semua didirikan penuh ambisi.

Tapi, kondisi itu tak bikin kegelisahan Faisal, salah satu calon Kepala Desa (Kades) Tanjung Karang, seketika menguap. Baginya geliat pembangunan yang sudah baik ini perlu ditingkatkan.

Atas dasar itu pula, Faisal memutuskan untuk maju pada kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2021 di Kabupaten Nunukan. Pria kelahiran Sandakan ini merasa punya tanggung jawab moral untuk membangun desa yang sudah ia tinggali sejak 19 Februari 1984 silam.

“Saya ingin desa Tanjung Karang ini semakin maju. Harus ada kegiatan-kegiatan kepemudaan juga. Termasuk kegiatan keagamaan, kesenian, sosial budaya dengan membawa semangat gotong royong,” ujarnya kepada media, Selasa (15/6/2021).

Sosok 37 tahun itu mengusung visi “Mewujudkan Desa Tanjung Karang yang Aman, Sehat, Religius, Mandiri dan Sejahtera”. Secara khusus ia menyasar kalangan muda sebagai barisan terdepan dalam membangun desa.

“Saya ingin desa Tanjung Karang ini semakin maju. Harus ada kegiatan-kegiatan kepemudaan juga. Termasuk kegiatan keagamaan, kesenian, sosial budaya dengan membawa semangat gotong royong,” katanya.

Ada enam misi yang dibawa Faisal dalam Pilkades kali ini. Pertama, meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat dengan optimalisasi peran dan fungsi pemerintah desa berbasis teknologi informasi, mengelola keuangan desa berlandaskan asas partisipatif, akuntabel, tertib dan transparan.

Kemudian, memfasilitasi dan mendorong kegiatan kepemudaan, keagamaan, kesenian, sosial budaya dengan semangat gotong royong dan bermusyawarah, serta menunjang kemudahan akses layanan fasilitas pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial.

“Selanjutnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui bumdes, kelompok usaha tani dan nelayan, usaha ekonomi produktif dan potensi lokal desa dan terakhir menggenjot potensi pariwisata kayu angin dan batulamampu dan potensi wisata lainnya di desa Tanjung Karang,” lanjut sosok pemuda yang dikenal ramah senyum itu.

Terkait pengalaman organisasi, dilihat dari Curiculum Vitae (CV) yang diterima, suami dari Sri Wulan Handayani ini memang masih minim. Ia hanya pernah berkecimpung dalam Karang Taruna Desa Tanjung Karang dan Ketua PK KNPI Sebatik. Namun untuk pengelaman kerja, tak perlu diragukan lagi.

“Saya pernah di Panwascam, komisioner di PPK Kecamatan (Sebatik), honorer sebagai Satpol PP, di LPM Desa Tanjung Karang dan masih banyak lagi. Alhamdulillah kalau untuk pengalaman kerja, sudah bisa dikatakan ada pengalaman lah,” ujarnya.

Faizal juga dikenal sebagai sosok yang dekat dengan para pemuda di Desa Tanjung Karang. Tak jarang ia menghabiskan waktu bersama dengan pemuda sekedar bercanda sambil menyeduh segelas kopi. Termasuk berolahraga bersama sambil menghidupkan gairah pemuda untuk dalam bidang olahrga.

“Kita perlu bersantai dengan kaum pemuda. Mendengarkan apa-apa yang menjadi permintaan mereka termasuk membuat semacam event-event yang bersentuhan dengan pemuda. Dengan begitu, kita yakin mereka (pemuda) tidak terjerat dari aktifitas yang merusak,” tutupnya. (sb/nr)

Berita Lain