Cerita dari ‘Teman Main’
narahubung.id – Menikmati kopi bukan lagi sekedar melewatkan waktu, tapi sudah menjadi gaya hidup. Karena itu, budaya ngopa-ngopi menjadi alasan diselenggarakannya Fun Battle Manual Brew oleh ‘Teman Main’.
Salah satu peran barista adalah merangsang konsumen untuk minum kopi. Itulah yang dilakukan puluhan barista dari berbagai kedai kopi di Tanjung Selor.
Kompetisi ini melihat bagaimana barista memiliki kemampuan dalam meracik rasa ketika menyeduh.
Selain itu, ada pula sharing session yang diisi oleh Zahid “Titik Labuh” dan Ujank “Synonyms”.
Fun Battle Manual Brew
Digarap secara kolektif oleh kalangan pegiat kopi, acara ini jauh dari kesan serius. Mereka berdalih “tak kopi juga tak apa-apa”.
Memang, ’Teman Main’ menitikberatkan kegiatan ini pada kekompakan antarsesama pelaku industri kopi.
Pada kompetisi fun battle manual brew, barista Naracoffee, Corry berhasil keluar sebagai pemenang.
Piala tematik dari kettle yang diberikan kepada pemenang berstatus sebagai piala bergilir. Artinya, kompetisi ini bakal diselenggarakan secara kontiniu.

Sharing Session
Pada sharing session, Zahid dan Ujank banyak bercerita soal bagaimana tantangan dalam membangun bisnis kedai kopi di Bulungan.
Bulungan juga sudah masuk zona kuning COVID-19, sehingga sudah saatnya kembali menggerakan roda ekonomi Bulungan, terutama dari sektor informal kopi yang banyak peminatnya.
Selain itu, keduanya juga berbagi kiat bagaimana menghadapi gempuran perusahaan waralaba kopi dunia yang sudah mulai menyasar ke daerah.
Dengan jumlah gerai yang terus bertumbuh di sejumlah daerah, bukan tidak mungkin Kaltara jadi destinasi perusahaan-perusahaan tersebut. Zahid menilai, ambisi besar mereka dalam menunjukan taring dan dominasinya secara praktis tidak akan merampas pangsa pasar kopi lokal.
Asalkan, kata dia, kedai kopi yang ada bisa memperkuat basis komunitas yang dimiliki.
Senada dengan Zahid, Ujank juga berpendapat dalam dunia bisnis, kompetensilah yang menjadi kunci kesuksesan. Ia percaya, semua bakal punya pasar sendiri.
Melihat geliat industri kopi di Bulungan dan Kaltara secara umum, Ujank yakin industri ini punya ketahanan, termasuk dalam menghadapi gempuran perusahaan waralaba kelas dunia. (dc/nr)